Posting (gak) Ngedan Part #70
Mumpung lagi akhir pekan, rasanya saat yang tepat buat obrak-abrik dapur ahihihi..
tiba-tiba diri ini ingin makan brokoli goreng. alhasil beli brokoli di pasar dengan harga 4.000 rupiah lalu prakarya pun dimulai πŸ˜†

Pertama-tama, brokoli yang siap jadi bahan prakarya dicuci di bawah air mengalir. Letakkan brokoli di tempat yang aman dulu, lalu siapkan mangkok yang telah diisi air (mentah aja), kemudian tambahkan garam  secukupnya (cuman pake feeling dan kebejoan πŸ˜…). Aduk dengan sendok untuk membantu melarutkan garam karena dapat memperbesar kemungkinan partikel-partikel saling bertumbukan. Lalu brokoli dipotong sesuai posisi batangnya (gimana sih istilahnya?wakkakkaa) dan dimasukkan pada larutan garam.

πŸ™†πŸ˜Menurut sumber yang saya baca, larutan garam tersebut dapat membantu mengusir ulet-ulet yang ndeplok di ruas-ruas brokoli. Belum kepo lebih lanjut sih kenapanya. Tapi, menurut kartun upin-ipin yang saya tonton (diterapkan untuk mencari cacing di dalam tanah), maka saya menyimpulkan kemungkinan yang terjadi adalah garam akan menyelimuti bagian kulit ulet tersebut sehingga terjadi perpindahan cairan dalam tubuh si ulet dari yang konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi (dari sistem tubuh ulet ke lingkungan larutan garam). Hal ini menyebabkan ulet lama-lama akan sekarat sehingga tidak kokoh bergelantung pada brokoli. hmm..Namun sebenarnya semakin sering brokoli kontak dengan air, maka semakin banyak vitamin larut air yang akan meninggalkan brokoli :". jadi sebaiknya gimana?:? kalau selo, diresiki dhewe wae nggo piso hahaa.

Setelah menanti sekitar 5-10menit, tiriskan brokoli. Kemudian pecahkan telur ke dalam mangkok. Tambahkan garam, merica halus, lalu aduk hingga rata. Siapkan pula tepung bumbu untuk menggoreng pada piring.

Brokoli siap dicelupkan pada telur lalu dibalur dengan tepung. Lalu celupkan pada telur dengan cepat dan balur lagi dengan tepung (itu kalau mau dua kali, sekali juga tak mengapa wkwk). Cukup taulah ya, pencelupan ke telur untuk membantu tepung agar melekat pada brokoli (kalau biar kamu deket sama si dia mah gak perlu luluran pake telur πŸ™ŠπŸ™Š). Telur apabila terkena panas akan terjadi denaturasi protein sehingga telur akan memadat sehingga memberikan lapisan pada brokoli dan tepung gak kocar kacir pada minyak.

Brokoli bertemu dengan telur untuk pertama kalinya :"
Bertemu dengan tepung untuk pertama kalinya :"

Pertemuan kedua dengan telur :3
Pertemuan kedua dengan tepung :3
Setelah semua irisan brokoli mendapatkan perlakuan yang sama, panaskan minyak hingga benar-benar panas. Lalu masukkan brokoli tadi deh. Minyak harus benar-benar panas agar tidak banyak minyak yang masuk ke dalam bahan sehingga menyebabkan bahan jadi keringetan berlumuran minyak (apa ya istilahnya).

Penggorengan dengan minyak panas. waktu buat ini, saya juga nggoreng jamur πŸ˜‹
Goreng hingga warnanya kuning keemasan, tiriskan. Siap dinikmati sambil dicocol saus atau sambil bareng kamu.. (aiih..)

Ditiriskan~

Selfie cantik dulu sebelum masuk perut 😍
Sekian obrak-abrik dapurnya ya hal yang menanti setelah obrak-abrik ini adalah cucian menumpuk dan dapur yang kudu diberesin. ahihihi feel free kalau mau ngoreksi dan ngasih saran.
btw...
.
.
pas aku ngrasani upin-ipin ttg cacing2 itu, tiba2 pas aku ngetik sambil nntn upin-ipin, episode yg itu tayang jaall..


upin/ipin* yang kesusahan mau nangkep cacing




 *coret salah satu
  • Labels

    sejarahnya. .

    hosh..hosh... blog ini dibuat untuk menyelesaikan tugas T.I.K kepada guru T.I.K JHS kami tercinta *huek* pak Wied,, Hua,,karena telah meninggalkan JHS rasanya sedih sekali. Pengen mbalek lagi,, ^^
    So, blog ini ngingetin aku tentang seperdelapan dari kenanganku di JHS,,watattata

    you're

    About Me

    Foto saya
    bismillah :) Hasbunallah Wani'mal Wakil

    Perkembangan Blog..

    Setelah sejarah yang terjadi di bawah ini, blog ini perkembang bukan sebagai sarana informasi lagi :D peace. Tetapi jadi sarana curhat dan wadah emosi. Jika berkenan, silakan dibaca :D tanpa bermaksud sara dan menjatuhkan nama baik :*