Posting Ngedan Part #4
Jadi *lho kok dah ampek kesimpulan?*, aku pengen menuliskan sesuatu yang berbau bosok (re: nggombal). Habis, kalau nulis bosokan tuh kadang plenjah2 e, jadi ada ketukan jiwa ingin nulis bosokan di blogku yang masih suci dari bosokan *lho?. Oh iy, yang terpenting sih, untuk menyelesaikan keinginanku.(bzzz)= merah

Padahal, dulu tuh aku gak bisa mbosok sama sekali lho, bisanya cuman jadi korban pembosokan *naas*. Nah, untuk bangkit dari keterpurukan, maka diperlukan cara2 yg bukan preventif lagi B) . Yak, yang ku lakukan adalah membales bosokan itu. Karena menurut pengalaman, kalau bosokannya dibales dengan bosokan, biasanya mereka njut pada males mbosoki lagi LOL

Jadi, pas awal-awal kelas X, aku sering dibosoki si I. Nah suatu ketika, aku mbosoki dia..
Dialog 1
I: “kok tanganmu dingin?”
A: “iy, aku grogi nih disebelahmu”
padahal cuman kayak gitu lho, trus dia pergi. Dan keesokesokan harinya, dia gak mbosoki aku lagi LOL.

Dialog 2
Waktu itu, lagi ngomongin aspal yang sistemnya sama kayak panci.
D: “ya, aspal tuh kayak panci yang buat masak air tu lho. Kalau bawahnya panas, ntar kan airnya pada ke atas”
A: :O (thinking) “oh, gitu to. eh, btw kok kamu tau nek aku juga lagi masak air?”
D: “iy to?padahal cuman mbedek sbagai contoh aspal doang lho”
A: “aaa, kamu masang cctv di rumahku y?” *mancing*
D: “ih, enggak. Ngapain masang cctv di rumahmu. Toh, tinggal liat di hatiku aja ada kamu”
A: (code) *terjebak perangkap sendiri*

Dialog3
A: “eh, maaf y, mulai saat ini aku gak bisa mikirin kamu lagi”
Y: “lho?emangnya knapa?”
A: “karena kamu dah gak ada lagi di pikiranku. Kamu adanya kan di hatiku”
Y: -tuttttt- *di persingkat, si Y klepek2* “haha, aku terharu”

Dialog4
M: “lho, kok kamu gak sms aku?”
A: “waduh sorii gak kepikiran kamu e”
M: “weh, bener kan kamu lupa”
A: “ya salahnya kamu terjepit di hatiku”
M: “he?lholho?”

Dialog 5
!: “kamu harus siap2 bawa obeng, ama peta!”
A: “ha?mau ngapain?kayak turis nyari kerja montir aje”
!: “obengnya tuh buat mbuka sekrup di hatimu. Terus petanya tuh biar kamu gak kesasar di hatiku”
A: “lho?hatiku g ada sekrupnya tuh”
!: “lha?kok bisa?”
A: “kan dah dibuka ama kamuuu”
*hening*

Dialog6
A: “kalau kamu cangkir, aku mau jadi tekonya, biar bisa mengisimu dengan cinta-cintaku”
!: “kalau kamu upil, aku mau jadi umbelnya. Supaya bisa lengket terus ama kamu”
A: “mah nggilani :-& . Kalau kamu jadi bunga, aku gak mau jadi kumbangnya”
!: “lho?kenapa?”
A: “aku g tega ama kamu, masa’ habis diambil sarinya njut ditelantarkan”
!: “wusss. Berarti, kalau kamu surat, aku nggak mau jadi perangkonya?”
A: “weit,knape?”
!: “ntar gak bisa liat kamu yg ada di balik amplop, terus ntar kalau kamu diambil, aku sendirian ama amplop dong :’(”
A: “yo dah, aku amplop, kamu perangko.”
!: “nggak mau,, ntar aku cuman ditempel. Terus ngadepnya malah mblakangi kamu terus gitu (bzzz)”
A: “aaa, manut (code) “

Dialog7
ini kumpulan bosok2an yang pernah tak baca dan dengar :D
N: “kalau kata guruku, pusat tata surya tuh matahari. Tapi bagiku, pusatku tuh kamu”
!: “gimana bisa serius konsentrasi. Kamu muter2 di kepalaku terus, emang gak capek y?”
N: “bapakmu pencuri y?wuu!!soalnya kamu mencuri hatiku”
!: “bapakmu jualan gula y?habiss anaknya manis banget kayak kamu”
N: “bapakmu tukang minyak y?soalnya hatiku dibor ama kamu nih”
!: “jangan2 bapakmu nelayan. Kamu ahli mancing2 aku sih :-) “
A: “saya cuman pembuluh darah. .yang selalu mengalirkan cinta di setiap rongga hidupmu”
!: “aku gak butuh lampu di malam hari. Kan cuman kamu yang bisa menerangiku”
N: “aaakh!!kalkulatorku rusak. gara2 ngitung berapa banyak aku inget kamu”
!: “kalo monyet bergelantungan di pohon, aku bergelantungan di hatimu aja deh”

Dialog 8
A: “waa, kangen ama kamu”
S: “lho?kamu kan cuman di hatiku”
A: “ah, hatimu penuh. Semua orang nginep di hatimu semua. hiks..uhukuhuk”
S: “ya, gimana dong. eh, jangan nangis, ntar hatiku banjir, ntar sakit malahan”
A: “tenang2, gak perlu dokter buat nyembuhin hatimu. Aku aja bisa :D"
S: *gilee, geer bgt nih*

Dialog9
A: “lagi ngapain?”
V: “lagi mbaca komik detectiv2an nih”
A: “waa, aku gak suka mbaca komik detectivan”
V: “iyaa, kan kamu sukanya ama aku”
A: *angry_idiot*

Dialog 10
H: “halo, apa kabar?”
A: “baik. apaan e kamu tuh, kayak lama gak ketemu aja. padahal aku kan cuman di hatimu”
H: (morning)

Dialog 11
S: “eh, pada suatu hari yang cerah, tersebutlah K dan L sedang bercakap-cakap.
K: “eh, kamu tau nggak, apa bedanya rumus sama kamu?”
L: “tau dong. kalo rumus itu jelek. kalo aku itu ganteng.”
K: “saaalaah”
L: “terus apa dong bedanya?”
K: “kalau rumus susah di ingat”
L: “kalau aku?”
K: “susah dilupakan :D"
A: “apik, plokplok”

Dialog 12
A: “g pergi2 kamu?”
H: “udah tadi, ke hatimu . Lha kamu?”
A: “aku di rumah aja, mikirin kamu jadi buat tubuhku mbeku di rumah sih”
H: “ah, tenang saja cintaku akan datang menghangatkanmu”
A: “gak perlu hangat kok. aku perlunya KAMU”
H: “lihat cahaya yang masuk di sekelilingmu, udara yang kamu hirup, setiap detakkan jantungmu, selalu ada aku disitu”
A: “padahal aku berharap..kau tak hanya bagai cahaya, udara, atau apalah karena aku tidak bisa
menggapaimu”
H: “ah, tak perlulah kau gapai diriku.. karena tanpa kau gapai pun aku akan selalu bersamamu
baik itu kau sadari atau tidak”
A: “aduh pusing, udahlah jangan muter2 di kepalaku”
haha itu pembicaraan paling lama yg saling balas membalas bosokan LOL.


Akhir kata, seingetku baru itu e, ntar kalau ada yg ketinggalan, ikut ng-edit ah :D oh iya keterangan dikit aja. A= aku N=noname;!=no name. .mereka berdua intinya sama, aku lupa ngambil source itu dari mana..hmm, sisanya, itu inisial orang *eh ini cerita nyata lho, cuman ada yg tak tambah2in dikit ekspresinya hehe* ..okok sekian (banana_cool) ngantuk poll kih..kembang api teng treceh pula..

"wajahmu tak secantik bunga ini, bahkan jauh berbeda. Karena, kalian itu tidaklah sama. Bunga itu suatu kala bisa layu kecantikannya, sedangkan kecantikanmu tak kan luntur dari pandanganku spanjang masa"
edisi `minta tolong` .. :-'(
Saat melihat layar televisi (banana_cool) yang pasti sudah kupencet tombol ON-nya dan sudah kupastikan itu sudah menyala, ku pijit tombol angka 8 yaitu,,tengterengtereng ... SCpiiipppTV :D
Nah, waktu itu lagi ada acara `minta tolong` gitu :O acaranya tuh, jadi krunya acara `minta tolong` berpura-pura dalam masalah dan meminta tolong kepada orang2. Jika orangnya baik hati, kan pasti di tolongin tuh krunya yg ndobos tadi, njut alhasil dapet duit deh :) trus krunya yo dapet gaji, trus penontonnya jadi tahu, "oh, itu orangnya baik hati. Kapan2 kita minta tolong ama dia y?" huss, yo enggak gitu maksudnya \(yarr\)..
Nah, ini ceritanya, ada seorang mbak2 (karena mbaknya cuman satu, sharusnya ditulis `mbak`-red) yang meminta tolong untuk mengantarkan kue ke rumah tertentu sesuai alamat yg tertulis. Mbak e gak bisa ngater dikarenakan harus menjenguk anaknya yang sakit di luar kota :O. Singkat waktu, mbaknya menemui seseorang bapak dgn kekurangan fisik *maaf*, cacat kakinya. Lalu, setelah ditawarkan, bapak itu menyetujuinya. Dengan kruk dua yg di selipkan di bawah bahunya, ia menaiki sebuah kol kuning. Lalu, beberapa meter kemudian ia menemui seorang anak kecil -anaknya- dan membawanya masuk ke dalam kol. Ternyata, hal itu dikarenakan karena ia tidak bisa membawa kue tadi dengan tangan yg penuh memegang kruk. Tuuuuttt setelah sampai di gang yang dituju, si bapak dan anak naek ojek, dgn kue di tangan si anak. Setelah sampai di depaan rumah, pembantu rumah tersebut berkata "waa, yang punya rumah dah pindah pak". .waaa anyel aku --" menyebalkan sekali (idiot) kan kasihan bapak e lah, wis kesel2, salah alamat meneh, k.e.t.e.r.l.a.l.u.a.n . .tp beberapa detik setelah batinanku "tapi pindahnya deket sini kok pak. Tinggal lurus belok kanan". .hmm, akhirnya bapak dan anak itu, naek ojek lagi dan ke alamat tujuan.. setelah sampai, bapak itu mengantarkan kue dan pulang. Teeett, kru2nya dateng trus ngasih duit ke paknya, trus paknya menolak -tp akhirnya di terima, cikiciuw diterima bosss- dan sedikit di wawancarai
"pak, ini ada sedikit uang untuk bapak. Karena kebaikan bapak"
"lho?saya ngapain?cuman hal sepele saja. cuman mengantar roti mas"
"iy, pak. ini ada rejeki diterima ya pak"
"tidak usah. masih ada yang lebih membuutuhkan dari pada saya" kata bapak itu sambil berjalan pergi dengan kruk dan anaknya.
"lho pak. ini rejeki pak, diterima pak" adegan masnya mengejar bapaknya.
"tapi mass.."
"tidak apa2. ini pak"
"makasih ya mas" seraya duduk dan memeluk anaknya. kecapekan mungkin.woooo

-adegan mewawancara- iki rada' menyedihkan dan mengerikan teman2..nek takut jangan dibaca O.O #berasa cerita horrorr
mas: "pak, tadi gimana ceritanya kok bapak bisa sampai kemari?"
bpk: "tadi saya ke sebuuah rumah, minta tolong agar pemilik tanah disana itu mau meminjami tanahnya guna saya berjualan rotan. trus, setelah saya keluar rumah, tiba2 ada mbak2 yang meminta tolong pada saya. naluri saya berkta, kalau saya tadi ditolong pemilik tanah, tidak ada salahnya saya menolong embak ini. Lalu saya mengatarkan kue ini"
mas: "oo, lalu kalau boleh tau, bagaimana bisa kaki bapak skrang ini jadi cacat seperti ini?
bpk: "ini dah lama banget mas ceritanya. jadi begini, saya saat itu berkerja di perusahan rotan. Trus pada suatu hari, temen kerja saya ada yang menyertarter mobil tapi tidak bisa2. Lalu, saya mncoba menolongnya dgn membuka kap mobilnya. Niat saya sih mau mengencangkan akinya. Tapi..eh, malah dia ngegas mobilnya. Otomatis saya terjungkal ke belakang. Tepat di belakang saya ada pohon yang habis ditebang. Lalu, kaki saya menancap di sana. Terkiwir-kiwir dan akhirnya putus"
mas: "putus bagaimana pak?lepas bgitu?"
bpk: "iy lepas misah bgitu mas. Darahnya keluar banyak sekali, tetapi tidak ada yang menolong. tapi untungnya setelah beberapa menit, ada warga yang menolong"
mas: "lalu dilarikan ke rumah sakit pak?"
bpk: "iy mas. tapi kata dokter harus diamputasi, saya ya gak mau lah. masa' kaki cuman dua trus diamputasi satu. trus saya ke solo mau operasi. tapi sudah terlambat mas. jadilah saya seprti ini"
mas: "lalu apa yg memotivasi bapak tetep bersemangat seperti ini"
bpk: "istri saya mas!istri saya!!" jawab bapak dgn bersemangat.

-mnuju tempat istri dan 2 orang anaknya-
mas: "apa ibu masih menerima dgn kondisi bapak seprti ini?"
ibu: "ya enggak apa2 mas. Saya gak masalah sama fisiknya. Yang penting hatinya baik mas"

jreeenngggg.. begitu klasiknya :"( hikss..keren skali. Mampu menerima segala sesuatu dengan lapang dada, tetap berusaha dengan keterbatasan, dan tetap memanfaatkan segala sesuatu yang dimiliki untuk membantu sesama. sedangkan kita?sudahkah kita?bisakah kita?mampukah kita?
jawabannya pasti IYA. "Kalau kamu mau, pasti bisa nduk" kata bapak -nek iki bapakku, uduk bapak sek mau,lho-

sekiaann..closingnya pake lagunya acaranya itu, mboh opo lali.hayyo, aku le nonton ngantek menusuk hati lho, sapa sing ngakak?ngacuunngg!!
Posting Ngedan Part #3
Permisi-permisi :D jangan lesu gara-gara liat betapa mengularnya ini. Tapi lihatlah kesimpulan di bawahnya *lho?? . .gak maksa buat di baca kok :D tapi kalau pengen tahu dan penasaran *eaeaea* yo monggo di pirsani *b.jawanya mbaca apaan to?pirsani uduk? maosin?==”

“Makanya, jangan sok gede lo” yah mungkin begini sindirannya. Seberapa sih besarnya manusia toh baru satu gunung njebluk aja dah panik gitu. Ngungsi 40 meter dari Merapi. Yah, tersebutlah gunung bungkam itu MERAPI. Siapa yang tidak menyaksikan adegan-adegan berita yang dengan gentarnya mempertontonkan wedhusgembel yang dikeluarkan oleh gunung itu turah-turah. Atau hanya mengalirkan lahar dingin di kali-kali. Hanya itu saja, manusia sudah lari tunggang langgang. Menyelamatkan barangnya yang tidak mungkin dibawa mati. Meninggalkan hewan ternak mata pencaharian mereka itu. Pergi berkumpul di pengungsian dengan hati cemas. Dan bersiap-siap turun bila wilayah aman diperluas. Ya, sampai 20km saat itu. Padahal rumahku sekitar 23km dari merapi. Siap-siap menjejali pengungsian bila kawasan aman diperluas jadi 25KM!!

Hmm, ada kisah di pengungsian, ada kisah di hatiku. Kisah yang sebelumnya belum pernah kuhadapi. Dan semoga tidak terulang lagi :D. Kau mengingatkanku akan kehebatanMU Yang Maha Esa itu. Aku hanya seperti sekecil debu Ya Allah. Kau tumpahkan abu vulkanik, ya HANYA ABU..DEBU..apa itu?sering kita anggap benda KECIL. Diinjak-injak dan tidak berharga. Tapi kini Kau jatuhkan dari langit Ya Allah, dari langit. Lalu Kau peertebal abu itu, hamba tidak bisa melihat Ya Allah. Mata hamba sakit, perih rasanya. Batuk hamba yang telah kau beri sebelum Merapi meletus pun kian memperparah. Ucapan hamba yang ingin menggunakan masker pun telah Kau kabulkan dengan letusan itu Ya Allah. Namun, mungkin ucapan hamba tidaklah benar untuk dikabulkan.

Ya, entah tanggal berapa. Saya lupa. Hari itu, letusan pertama dimulai. Hari Sabtu seingat saya. Yah, saya dengan semangatnya berangkat sekolah, berharap bisa bercerita dengan teman-teman tentang letusan ini!! Menakjubkan bukan?pikiran pendekku berucap demikian. Bapakku yang Alhamdulillah sedang berada di Jogja saat itu, kian melarangku “Abu tebal seperti ini kok malah ke sekolah, di rumah saja. Guru-gurunya gak bakal ngajar pasti” “tapi, aku dah siap pak. Pokoknya berangkat!!”. Apadaya, anak bungsunya berkata demikian. Bapakku dengan baiknya mengantarkanku ke sekolah. Dengan mobil yang semula silver itu melaju dengan pelan di tengah jarak pandang yang hanya 5meter itu. Yah, hujan abu masih turun. Dengan masker yang melingkar di kepalaku, aku mulai takjub dengan abu yang menutupi rumah itu. SALJU!!kikuknya aku. Sampai di sekolah, alhasil sekolah ramai dengan ABU. Hmm, pelajaran pertama telah diimulai rupanya. Yah, aku telat. Aku mulai berlari kecil ke kelasku yang berada di lantai 2. Dengan batuk-batuk sejak tgl 16 Oktober itu, aku memasuki kelas. Yah, jam pertama isi, jam kedua kosong, jam ketiga isi, dan akhirnya dipulangkan. Tepat saat itu, ada pembagian hasil mid semester. Yah, saat itu aku tidak cemas. Sepertinya hasil mid tidak akan membuat ibu marah padaku. Dan pastinya ibu dan bapakku akan ke sekolah untuk mengambil hasilnya. Lalu kita pulang bersama naik mobil. Trus, makan siang bareng. Yaa, inddahnyaa. Namun **sepertiku** itu sirna bagai pudarnya angin.

“Bu, nanti ke sekolah ambil hasil midku to?Jangan lupa bawa makan siang ya bu. Aku laper banget. Trus biar gak telat minum obat”

“Nduk, bapak bilang gak mau ke sekolah. Takut mesin mobilnya kemasukan abu, nanti rusak. Di rumah lagi hujan nduk. Jalanan licin, ibu takut kepleset. Kata bapak jangan pergi dulu. Kamu beli makan sendiri ya nduk, pulangnya naik TJ. Nanti ibu jemput di monjali” tut…tut…

Getirrr..hatiku periihh .. akhirnya tangisanku merebah juga. Entah apa yang kutangisi. Bapak yang menyayangi mobilnya,, ibu yang takut kepleset,, atau SEPERTIKU yang musnah..
Teman-temanku mulai mendeket. Rasa ingin tahu mereka muncul. Tapi tangisanku tak bisa di hentikan juga. Lalu, aku berkata…

“Eh, laper. Makan yuk. Aku belum makan obat juga”
“weleh..ya ayoo”
“tapi hujan e. Apa aku pulang dulu y?”
“lha makannya kapan mil?udahh makan dulu. Ayo bareng2..”
“hikss..ayookk”

Melangkahkan kaki menuju murni. Warung terdekat di sekolah. Setelah makan dan minum obat, lalu aku mendatangi depan aula tempat penerimaan hasil mid kelas XI yang telah dimulai 10 menit yang lalu. Lalu, aku mulai berbicara dengan wali kelasku saat itu..

“Pak, ibukku gak dateng pak. Hujan abuu”
“Ya, berarti gak dapat hasil midnya”
“lho, kok gitu?kpan pak?senen?” sambil melihat nilai mid “Alhamdulillah aku 10 besar, hehehhe”
Perbincangan itu berhenti tatkala aku bertemu dengan ibunya temanku yang cukup kukenal.
“Tante..boleh minta tolong ambilin hasilku gak te?Ibu gak bisa dateng”
“oh iya” lalu tante ituu mengambil hasilku. Dan duerrr tante itu berkata “bentar pak, saya mau ngambil tempat anak saya juga”
“lho, ini bukan anakk ibu?” tanya wali kelasku. Lalu, tante itu menggeleng dan menuju tempat pengambilan kelas anaknya, ya, tiap kelas di bagi2 sendiri.
“Gak booleh itu!!gak boleh!! ini itu pertemuan guru dan orang tua!ini cuman sekali-kali!masa’ gini aja gak bisa datang!” seru guru di sebelah wali kelasku. Yah, beliau wali kelas juga. Namun kelas tetangga.

TTTUUUUTTTTTTTTTT……..yah, intinya saya cukup dimarah-marahin. Entah salah siapa itu. Tapi kenapa saya yang dimarahi??Jujur, saya orangnya jarang sekali kena marah dari guru. Jadi, saat dimarahi guru…air mata sayaaa… teeesss…tessss…
Sambil membawa kertas hasil mid itu dan tanpa membawa snaknya, aku berlari menuju mesjid skolah.

“lho, snacknya diambil mbb” kata wali kelasku. Namun aku tidak menghiraukannya. Dan rupanya malah temanku yang mengambilkannya untukku. Namun tetap tak kuterima. Dan akhirnya dibawa oleh temenku itu. Daripada mubasiirr #penting diceritain gak sih nih?weleh..
“hiks..ibu jahat. Gak sayang ama aku. Bapakku juga, cuman sayang ama mobilnya!!” seruku bungkam (astaghfirullah, saya menyesal mengucap demikian)
“huss jangan bilang gitu to mil. Pasti ada alasannya” sahut temanku.
“ash mboh. bali wae nek ngene. hiks” segera pergi meninggalkan sekolah setelah tangisanku cukup reda dan mata merah yang mulai pudar.

Di halte TJ,, terlihat debu yang berterbangan akibat tersapu roda mobil dan motor. Dengan melongo, akhirnya bis TJ itu datang. “bejo aku” sahutku kepada mbak penjaga shelter. “mending bejo opo selamet?” terdengar sahutan dari mbaknya. Apa maksudnya??
Di dalam bus, cikiciiuuww, ACnya rusak boss jadinya kudu dibuka pintunya. You know kan keadaan di luar?Abu boss..abu… Mulai adegan kucek-kucek mata, dan alhasil, baru inget kalllaauuu aku gak make kacamata =,= jenggjengg..Setelah beberapa detik adegan batuk-batuk tidak disengaja. Pak kenek bus akhirnya menutup pintu bus. Gak apa2 kehabisan udara, yang penting gak kemasukan debut tuh hidung ama mata. Mungkin demikian jeritan hati pak kenek =,=

Turun TJ, turun shelter, rupanya ibu telah menunggu di seberang monjali. Yah, aku harus menyebrang untuk sampai di sana. Jegleekk, langkah pertama, mobil yang melintas membawa serpihan abu tebal. Nyesss, mataku periiihh bgt. Langkah kedua dan seterusnya bgitu. Air mata ini tak cukup menahan. Akhirnya netes lagi tuh air mata. Setelah sampai di seberang, ibu bertanya “gimana nduk?” “pokonya pulang!!!aku tadi malah dimarahin”. Ibuku langsung tancap gas. Ngacir ke rumah. Hmm, lalu aku bercerita panjang lebar. Tak disangka, tanganku kian merobek-robek kertas undagan pengambilan hasil mid.

“Coba nduk bilang nek itu wajib, nanti ibu kan bisa pelan-pelan ke sana”
“gak usah bu, daripada jatuh” mulai tenang.
“udah..gak usah dimasalahin.”
“emang siapa yang mempermasalahin?” jawabku setelah mendapat sedikit petunjuk dariNya. Untuk apa bersedih? La tahzan  Toh sudah lewat, sudah memang begini jalanNya. Sudah tidak bisa dirubah. Biar ini jadi pelajaran untuk tidak selalu lupa padaMu. hmm, namun saat aku berkaca..
“bu, kok mataku merah?bengkak nih dibagian siniiihh” nunjuk bagian luar mata kelopak kanan. “apa gara2 aku nangis daritadi y?”
“iya mungkin nduk”. Namun, hingga malam, bengkak itu tak kunjung surut.
“di tetes mata aja kali y bu?kena abu vulkanik berlebih pas nyebrang kalek”
“yo kono nduk. hmmm”

Waktu tidur tiba. Dengan masih batuk2 dan mata bengkak entah apa, aku mulai googling. Kemungkinangnya adalah timbilen =,= what??! disana tertulis, `timbilin akan sembuh dalam waktu 2-3 minggu. Akan menimbulkan rasa mengganjal dan perih bila terkena sinar matahari` what??!! Namun, Allah berkehendak lain. Malamnya, aku bolak balek kamar mandi. Entah buang lendir ataupun membersihkan nanah di mata ataaauuu…

“bu, aku muntah barusan. Warnyanya ada merahnya, darah po yo?”
“Astaghfirullah, mungkin kamu batuknya suka meksa nduk, jadinya tenggorokannya luka. Udah gak usah batuk-batuk”
“Maunya juga gak batuk-batuk bu.. Tapi tadi akuu makan daging burger tuh lho bu, warnanya mirip”
“Ya mungkin daging, masuk angin paling. Udah, skarang tidur aja dulu, jangan bolak-balek kamar mandi”
“Aku tuh mbuang lender ama mbersiin nanah nil ho bu. Ngganjel e buk. Kayaknya bengkaknya dah pecah, njut nih nanahnya keluar. Oh ya bu, besok beliin aku kacamata bening y..Masa’ ke sekolah aku pake kacamata item?” Iy, di rumah saat itu aku pake kacamata item, karena kalau kena sinar matahari emang perih ngganjel gitu.
“iya..iya..sekarang tidur aja. Lagian mumpung merapi gak ulah lagi” hhmm,, saat itu ibu memang tidur di kamarku. Aku yang minta, karena saat itu aku trauma pada merapi :D anehnya aku..
Hmm, yah semua berlangsung begitu saja. Kini berlanjut seperti ini saja. Batukku sudah mulai berkurang. Yah, mungkin sekitar 32 harian lah. Dan komentar-komentar di skolah yang membosankan “emang masih hujan abu ya mil?kok masih pake masker?” atau “minus berapa mil kacamatanya?” atau “waa, mili mirip *piiiipp* pake kacamata sih” atau “maaf, ini siapa y?” zzzz hahahahhaha

Dua pelajaran yang ku ambil. Tiga hikmah yang ku pelajari.

Pertama, Allah itu tidak akan memberikan kesulitan yang tidak bisa disanggupi oleh makhlukNya. Allah telah mengukur sejauh mana kekuatan kita. Dan Allah tidak akan memberikan sesuatu di luar kemampuan kita. Buktinya, aku bisa melampai itu semua :D #pameerrr..#lempar tomat

Kedua, Allah itu Maha Adil!!! Setelah kebahagian yang ia tumpahkan pada hambaNya, tak lupa Dia berikan peringatan untuk selalu mengingat darimana kebahagian itu berasal!. Love Allah <3

Ketiga, doa orang teraniaya itu tanpa hijab :p Bagaimana tidak?aku berdoa smoga timbilanku sembuh dalam sehari saat kejadian maha dueerr itu. Dan alhasil esoknya, aku memang benar2 sembuh dari timbilen :D kalau yang batuk mah,,mungkin ada rencana lain. Biar temenku pada heboh ama maskerku kalek, biar aku dipanggil MAS KER atau MBAK KER, mbak angker -,- sedih bgt.zzzz
HAHAHAHAHAHA,, fainna ma'alusri yusro..
maka sesungguhnya bersama kepedihan itu ada kebahagiaan
Sayang yg Berbeda :D
"hoahm.."
kian hari kian mengeluh diriku ini. Perjalanan pulang dari sekolah yg membosankan. Itulah keseharian seorang pelajar rantau ini. Jauh rumah tuk giat mencari ilmu #jeng.jeng. kayak di sinetron. Duduk aku di kursi empuk berwarna hijau kusam bekas dudukan orang-orang yg sibuk menghabiskan waktunya di bus Trans Jogja ini. Yah, bosan :| pikirku. Lalu mataku mengarah saat sesosok ibu dengan wajah yang separuh baya dan terlihat sangat modis. Bersama anak laki-lakinya yg tergandeng tepat di sampingnya. Lalu ia duduk tepat arah jam 2 dari tempatku duduk.

Ehm, hal yang biasa, torehku. Umm, pasti dalam beberapa menit lagi, si anak akan menggeliatkan dirinya ke ibunya :o lalu dengan seketika bus hijau ini akan gempar dengan suaranya, benakku. Tapi hal ini berbeda. Kala itu, ibu yang tengah duduk di kiri anak itu sambil memainkan hpnya. Entah ituu seri brapa, aku pun tak peduli. Dengan pelatihan senam jempol yang sudah di lakukan satu bulaan ini mungkin, si ibu menekan-nekan screen hpnya. hmm, gaul sekali,, pikirku.
Si anak yang melihat ibunya tengah sibuk sendiri dengan hpnya, tidak menggubris dan tidak mengganggu ibunya seperti banyak anak kebanyakan :O dia juga tidak merasa iri kasih sayang ibunya diduakan dgn hp. Si anak itu malah memposisikan diri di sebelah kanan ibunya. Kaki kecilnya menjulur melayang-layang di atas alas bus.

kriiikk. Tiba-tiba si anak memalingkan muka ke arahku. WHAT?! aku yang tengah grogi karena tertangkap kering sedang melihat mereka berdua pun salting. Kepalaku langsung menunduk tak kuat menatap mata anak itu. hmm, setelah pertemuan pandangan yang hampir hanya sepersekian sekon itu, si anak mulai menguap pertanda ngantuk #semua orang juga tau mil ==". Lalu, dengan posisinya td ia langsung menutup matanya seraya menyandarkan badan. Ih waw, yang aku kagumi, dia bertindak tidur seperti layaknya orang kebanyakan. Yah mayoritas, seorang anak yg ingin tidur bila bersama ibunya adalah dengan melemaskan kepala ke pangkuan ibunya atau yang lainnya. Tapi anak itu berbeda. Itulah yg membuat aku heran, ia benar-benar mandiri tanpa menganggu ibunya pun ia juga bisa melakukannya. Hmm, baru sempat 30 detik tertidur, lantas si ibu menyadari bahwa anaknya tertidur. Batinku, ibu itu akan memposisikan anaknya ke pangkuannya atau sebagainya. Tapi ini TIDAK. Si ibu mulai membangunkan anaknya. Saat anak itu mulai mengernyip2, ibu itu kembali pada aktivitasnya semula. Yah, namanya juga manusia apalagi anak kecil. Kalau dibangunin g tuntas, mesti akan tertidur lagi. Dan selanjutnya, ibunya tidak mengetahui bahwa anaknya tertidur kmbali. Naas sekali.

Lain hari lain cerita,
terjadi kemaren tgl. 09/10/10. Yah, kala kulangkah kan kakiku ke dalam bus sepi itu, kutatap seorang ibu yg tengah *anggap saja* merangkul anaknya yg berada di sebelah kanan beliau. Anak lelaki bundar dengan tawa mencibir di wajahnya. Terlihat sekali, kasih sayang ibu itu kepada anaknya sungguh beeessaar.. weits, bukan berarti yg ibu kmaren itu tidak sayang kpada anaknya. Mungkin sayang, tp berbeda caranya. Kan byk cara byk jalan :D kasian kan kalau pada melewati jalan yg sama. Entar macet mak petutuk tut.tut #aduh, kumat. Yah, anak itu mulai memeluk-meluk ibunya sambil tertawa kecil, hal itu membuat siapapun yg melihat wajah bulatnya pasti kan tertawa. Yah, itu yg kualami. Di tengah TJ yg sepi itu, aku tertawa. Lantas si anak itu memalingkan wajah ke arahku. Kali ini, aku tak mengelak. Kubiarkan pandangan kami bertemu sepersekian detik. Itu kali pertama aku tak canggung saat seorang lelaki menatapku #blush. HAHAHA.

Yah, tidak ada yang spesial..hanya mengagumi bukan untuk dibanggakan :D
Posting Ngedan Part #1
Tertanggal 2 Oktober 2010. Hari H-1 mid semester gasal di kelas xi ini. Kurayakan hari itu dengan menyatroni indo*aret depan sekolah persis. Lalu ku legangkan kaki sambil menjilati lelehan es krim yang kian meleleh. Wah, benar2 menyegarkan tenggorokan kering nan kerontang ini :D.

Tertanggal 3 Oktober 2010. Kala ku mulai mencabik-cabik buku sambil memeluknya dengan erat. Kalau nanti tiba-tiba ada yang merebut bukuku sayang dari pelukanku. Uhuk, sroot~. Yah, terlihat berbeda dengan hari biasanya. Hidungku mulai melelehkan benda encer *maaf.hahaha* dan tenggorokanku mulai di singgahi oleh amandel. Waaaa,,aku sakit >.< ttiiddaaakkk...

Tertanggal 3 Oktober, sore hari. Ibu mendadak duduk di kursi keluarga yang kuamati dari pojok ruang tamu. Yah, aku belajar tepat disana, tidak ada yang menggubrisku kecuali suara tv dan dentuman musik ajep-ajep yang dari tadi terus mempertontonkan iramanya..jedug..jedug..wahess belajarku tidak tennaaaannggg.. Kembali lagi ke posisi awal pengamatan. Ibu terlihat terkulai lemas, sambil mendegpkan dada kencang sekali. Asma sepertinya. Mendadak aku panik dan menghebohkan isi ruangan kala itu. Langsung saja, ibu dilarikan ke dokter terdekat. Sebelum keberangkatan beliau, aku diberi petuah untuk menyetrika baju seragam dan mananak nasi seraya menyiapkan sendiri menu untukku berbuka dan tetekbengek lainnya. "YA!" satu kata tertuang dari tenggorokan serakku. Lantas sambil menunggu kepulangan beliau, aku mulai mempertontonkan aksiku pada rumah kosong itu. Yang semula dua minggu sekali aku melakukan pekerjaan rumah, kini harus kujalani. Mulai dari menyetrika baju seragam sampai ke sekutu-sekutunya. "hatchi..uhuk" yah, tidak lupa perpaduan bersin dan batuk yang terus menggema di rumah itu. Tenggorokanku sakit~~. Doa tentu masih terus mengalir di setiap dekapan gerakku. Berharap ibu lekas sembuh dari penyakit asingnya itu, dan segera mengabil tugas ibu rumah tangga tersebut.

Tertanggal, 3 Oktober, malam hari. Ibu pulang. Kini dengan ketukan dada yang lebih normal. Obat warna-warni kian menghiasi tangan halusnya. Legalah aku sesaat :D setidaknya beliau bisa kembali normal. Yah, walau beliau tidak bisa melakukan semua pekerjaan RT dahulu. Kembalilah aku ke masalah midku esuk hari. GAAWAATT~ belum belajar. Hmm, kembali ke singgasana ruang tamuku. "budaya politik..hmm.yayaya" "nduukk". Seperempat jalan belajar, ibu memanggilku. "Tolong ibu nduk.bla.bla". Segeralah ku bantu ibuku satu-satunya itu tinimbang belajar. Ya,ya,ya setelah bergelut lama di dapur lalu menyusuri kamar ibu dan langsung ke gudang belakang kembali lagi ke dapur dan mendatangi kamar ibu lagi. bla.bla.bla. Lelah rasanya, lalu aku pamit untuk belajar di kamar dan tertidur aku disana.

Tertanggal 3 Oktober, tengah malam. Gubrak.. Untunglah aku tebangun oleh suara debukan itu. Ternyata masku sedang mencoba memulai start dari gencatan senjata ini. Huh ~-~ Rupanya ia sedang mengorek-orek kamarku untuk mencari folio. ZZZZ emang aku pemegang kunci kertas folio apa?! Mosok kertas folio ilang sing disalahke aku #logat jawa. Dengan mata berkernyip-kernyip, aku menyaksikan kegananasan masku. Setelah ia menemukan apa yg ia cari, aku mulai memulai belajarku lagi. Umm, sudah sampai mana ya belajarku??

Tertanggal 4 Oktober, dini hari. Kala itu aku masih belajar. Hmm, tapi karena takut untuk ngantuk di kelas, aku menyudahi belajarku.

Tertanggal 4 Oktober, pagi hari. GIILAA!! aku enggak bangun sahur =,= waduh, enggak puasa. Aduh, yaa~~ sudahlah. Kali ini, keberangkatanku ke sekolah diantar oleh kakakku *berkaca-kaca* ya ampun tumben~. Karena ibu yang biasanya mengantarku, kini harus banyak istirahat. Fyuuh. Untunglah, kukira aku akan ngebis lalu menunggu bersama kawan-kawan yang tidak ku kenal itu. Menyapa pak kenek bis, dan membiarkan Rp 1000,00 milikku tertelan di dalamnya :'(.
Tertanggal 4 Oktober, sebelum mid. Temen-temenku sudah mulai belajar =,= yah, sepertinya hanya aku yang belum siap. Yah, selain itu, gara2 aku berdiri di bawah kipas #ra cetha bgt. Kepalaku jadi puyeng. Semuanya bergerak abnormal.

Tertanggal 4 Oktober, habis mid. Hmm, saya akui rasanya belum plong. Iya, njawabnya mudah. Tapi belum plong gimana~ gitu. Mana ini hari pertama midku bersama cah XI IPA 3 yang terkenal ke burenk-annya XO welehhweleh. Pada bilang "yah, lumayanlah soalnya" aku bilang "soale angel. Ketoke aku gur ngawur kabeh". Bandingkanlah teman-teman =,= kayaknya cuman aku yang bodoh sendiri. Astaghfirullah :"(. Iya, ini tuh bedaaa bgt waktu kelas X. Temen-temenku kelas X dulu aja pada bilang "mil, aku gak bisa. huhuhu angel bgt je".hmm.ealah.zzz tambah minder menjadi-jadi guwe =,=

Tertanggal 4 Oktober, pulrum *pulang ke rumah*. Setelah menyadap soto kantin belakanng, aku bergegas pulang ke rumah. Waw, biasanya aku yang pulang jam 4.00, kini pulang jam 11.30 ih waw. Menyelinap dari keramaian yang sepi menuju shelter TJ. Melangkahkan kaki masuk ke TJ setelah 25 menit menunggu. Penuh =,=. Kubiarkan TJ ini menggoyang-goyangkanku sekitar 30 menitan penuh. Bersama para orang yang tak kukenal .___. Turunlah aku di shelter Term. Jombor. Ini tak biasanya juga. Biasanya aku turun di monjali lalu di jemput ibuk. Tapi, aku harus turun di Terminal Jombor lalu menumpaki angkot. Setelah menunggu 5 menitan, kol yang kucari pun datang. Awalnya, aku sempat kaget. GILE~ aku tuo dhewe. Penumpangnya tuh anak SD dan SMP tok.zzzz Lalu sekitar beberapa meter #cerak bgt. Aku turun di Jombor Baru. Teringat ibu yang sakit tidak mungkin akan menjemputku. Lalu aku mulai melangakahkan kaki masuk ke perumahan itu. Bagai permata di tengah jalan. Teriknya menyilaukan pengendara motor yang melintasiku. ZZZZ. Setelah berjalan setengah perjalanan, muncullah ibu sambil mengendarai motor.Huaa, terharu :") aku dijemput.wkwkwk tapi ternyata, tujuannya adalah mampir ke tetangga gitu.zzzz (brokenheart). Sampai rumah sambil berkeluh keringat di jalan dan di ruang 303 tadi *tempatku mengerjakan mid, dan kipas anginnya mati menyebabkan otak menguap-uap* aku berrgegas mandi. Tapi dilarang ibu =,= ya sudahlah. "Nduk, nanti nyapu trus nanak nasi y" "bu, besok aku mid!!!" kesabaranku memuncak. Keringat menetes tanda kerja paksa pun menjadi saksi siang itu. Lalu, teringat keadaan ibu sekarang. Dan, bergegas aku menyapu dan menanak nasi dengan seragam sekolah yang masih aku junjung itu. Fyuuh, tak tahan rasanya kalau harus melakukan pekerjaan dadakan ini secara tiba-tiba. "Beri aku semangat hidup" tekanku dalam hari. Yah, sambil menggelintirkan beberapa tetesan dari mata kala selesai sholat dhuhur itu, aku kembali ke dapur menyiapkan minum untuk ibu. Seorang wanita memang diberikan kelebihan yaitu air mata y :D hahaha. Dan dari kejadian hari ini, masalah yang terjadi timbul karena 1. Aku belum makan pagi. 2. Kurang positive thinking malah kebanyakan negatifnya~ 3. Ikhlas dan sabar kudu di tusuk di hati biar g coplok2 :D 4. Allah gak mungkin ngasih cobaan yang diluar dari kesanggupan hamba-Nya. yayaya.. kuakhiri cerita ini Tertanggal 4 Oktober jam 14.14. Berharap esok akan lebih baik ;)
Aku dicambuk emosi ..
tersebutlah di sebuah rumah meWah. .pahamilah maksud kata mePET SAwah >< haha.. masih betengger sambil mengutak atik lepi. yah itu aku pada sore hari kala adzan magrib blum berkumandang dan aku sbagai penguasa rumah. ..Allahuakbar Allahuakbar .... "Alhamdulillah dah adzan magrib" kataku dalam hati sambil masih melanjutkan memijit-mijit lepi. ..Lalu beberapa menit kemudian, yah tak sampai 3 menit, aku bergerak menuju dapur untuk mengambil minum dan segera membatalkan puasa nyaurku itu. Tapi tak disangka, niatku itu terbantahkan oleh ketukan pintu yg sangat keras. "Enggak punya kunci po mas?" teriak ku kearah pintu garasi di depan. Yah, biasanya yang suka anarki nutuk2 pintu dgn keras dan tidak sabaran adalah kakakku :| "ini mb, mau nganter galon" sahut yang diluar. WHAT?!! salah orang gw ==" orang tak dikenal ditanyain `punya kunci apa enggak` zzzzz. "oh iya sebentar" balasku. Pintu garasi ternyata memang dikunci. Lantas, aku mencari kunci pintu tersebut. Dengan kilat kubuka laci, tetapi tidak ada. Kubuka semua pintu yang memungkinkan ada kunci tersebut, namun nihil :|. Langsung saja kubuka pintu utama. Wuss, betapa istimewanya pengantar galon itu. Jarang sekali ada tamu yang dibukakan lewat pintu utama. Yah, rumah saya memang jarang dimasuki tamu :| zzzz. Kloookk. kunci terbuka. "Emang tadi ibuk nelpon y?" "Kayaknya langsung beli disana" "oow, silakan masuk mas, ditaruh disana" kataku sambil menunjuk arah dapur. Sebenarnya merinding saat memasukkan mas pngantar galon itu :& gilee gue sendirian meenn. Gluduk...gluduk... suara yang tak asing terdengar. Kutengok kembali kearah dapur. Dan ternyata benar. Itu adalah TIKUS!! huaa, pencarian berbulan-bulan akhirnya nongol tuh. Tapi di saat yang tidak tepat >< aw.aw. "Mau dipasang ke dispenser g mb?" tanya masnya. "oh iya" jawabku sambil masih memperhatikan tikus. Yah, mungkin masnya menganggap aku rada' aneh pieee ngono. Tapi demi keamanan rumah dari tikus, tatapanku tidak berpaling darinya. Dan sampai kala,,, "Mas, ini dah dibayar belum to?" tiba2 aku teringat saat tikus menghilang dibalik kulkas dan aku menatap masnya. Sepertiya ada yang aneh, "Sepertinya belum mb". Ealah, nunggu duit to =,= pantesss.. "Bentar ya mas" jawabku sambil lari ke kamar meninggalkan masnya berdua bersama tikus di dapur. Huua, kubuka dompetku, tetapi duitnya kurang :(. Terpaksa membuka brankas alias tabunganku. shingg... akhirnya kudapatkan uangnya dan kubayarkan ke masnya. "Ini mas. Udah to?" nada ngusir. Yah, jujur dah gak betah melihat dia berduaan bersama tikus. "Galon kosongnya dimana y mb?" WHAT?! Lupa aku, sek2 dimana y :'O Untungnya masnya dah langganan ketoke, jadinya tau galonnya di garasi. Patut curiga? (thinking) "di garasi mungkin mb". "oh ya bentar" ngambilin galon kosong dari garasi dan menuju dapur. Terlihat disana tikus keluar dari dapur >< tiiidaaakk mau lari kemana dia?! paaeett.. segera ku berikan galon kosong itu ke masnya dan lalu mengusir (?) beliau. huahhaa.
"Ini mas, sudah to?" "oh iya mb, makasi" Lalu kuantar masnya ke depan pintu utama sambil memperhatikan tikus itu. Dan aku menemukan si tikus berada di pertigaan jalan. Meh lurus belok po nang endi wi?
"Makasi y mb" kata masnya. "iy mas" menengok ke masnya yang sedang ku antarkan. Dan setelah membalik ke arah tikus, tikus e ilaannggg!!whaaa kehilangan jejaaakk!!

Setelah masnya melewati pintu utama itu, lalu langsung kukunci. *maaf mas :p kebelet ngejar tikus. Entah dimana tikus itu berada. "Kira2 tadi dia mbelok apa lurus y?" benakku. Tanpa basa-basi dan sedikit komat-kamit. Kututup semua pintu yang terbuka gara2 mencari kunci garasi tadi. *masih ingatkan kalian? :D

Setelah itu, aku mulai duduk kembali ke dapur yang kurasa sudah freeee dari tikus ngakakaka. Dan menengoklah aku ke arah jam. cetunngg~ dah jam 6. Blum buka puasa neh..huaaaa langsunglah ku ambil minumku (smoga blum tercemar tikus) lalu kuteguk beberapa. Dan langsung kenyanglak perutku. Hmm, dan sampai skrang tidak ada satu orang pun (keluarga) yang menemani :| zzz .
tingtungtingtung..suara bel terdengar, dengan keras ku berteriak "bbuu, kok g bilang ada galon datengg, taadii addaa....." "ngopo we dek?gek dibukak pintune" "nggo kuncimu dhewe!!!" yah, rada' emosi salah wong meneh. :| mana sih ibuk bapakk tuh -_- katanya beli lauk tapi g balek2..Laper gw .. zzzz
Sedih, Harap, Cemas :(
..manusia tidak jauh dari lupa dan salah. namun..apa kita bisa merubahnya?? BISA!! setidaknya meminimalisir seminimal mungkin (okok). .
..jangan tanyakan tentang ingatan padaku. yah, ku akui, aku paling lemah dalam hal menghafal jangka panjang. namun, itu bisa di talangi *lupa bahasa indonya apaan :O* dgn menulis catetan sbagai pengingat reminding gitu :D atau dibaca dgn rutin..yah setidaknya seminggu pernah mbaca beberapa kata gitu :O hahaha..

..tak hanya itu. .kelemahan upss kekurangan mungkin. yang kukecewakan umm mungkin yang kusesali. tapi, bukankah kita harus tetap mensyukurinya? :'( hmm.. #backsound: thankyou-HomeMadeKazoku
..saya sungguh tidak peka. yah, sebut saja demikian. bagaimana tidak, aku benar2 g bisa merasakan bagaimana keadaan si lawan bicara :( apakah itu hal normal??hmm berkali2 aku diingatkan untuk
"jangan lupa nanyain si lawan bicara aja.."
tapi aku luuuppaaa :( bagaimana bisa aku disuruh mengingatkan ingatan yang kulupakan :( huaaa sangat sulit.. huhhuhu

..yah, byk orang jadi korban #sedih bgt, kyak bencana alam wae. .dan banyak kejadian yg kukecewakan :( wah, aku merepotkan orang. aku membebaninya. aku tidak peka :(( huaaa #ngesot2 ngepel lante
.
.hmm, tidak perlu dilanjutkan. cerita busuk singkatku ini.
Yang Tidak Jelas Dalam Suatu Kejelasan XD
..lagi-lagi si kecil merah jambu kini mengusik hati :O ini bukan kali pertama terasa. Mungkin sudah berkali-kali. sampai-sampai hilang rasa kebahagiaanku :O
..sesekali aku coba tuk melupakan kenangan lama tentang betapa buruknya sesosok orang yang berbeda jenis denganku :O sungguh sulit, namun bisa :) kejadian yang terus melayang di angan-angan dan tertancap permanen di hati..kini sudah ku temukan, inspirasi dari sosoknya. sosok yang tinggi dengan parasnya yang biasa-biasa saja bagiku. tidak mengejutkan jikalau orang hanya menatap sebelah mata padanya :(. namun kini kutak akan membicarakan si misterius itu :D dia yang tak kukenal pula bagaimana kepribadiannya. karena yang pasti, aku akan menunggu sampai tiba waktunya *wuss ngakak2 to the maxxx* ya ampun mill :O kamu jadi orang yang berbeda skrang =,= zzzzz
.
.
..sesekali aku tak memikirkan bagaimana rasanya si merah jambu itu :D kututup rapat2 dan kubuang kuncinya *nggo ngopo?emang dikunci tadi?*. namun pernah mereka mengernyitkan alis dgn sikapku. "bagaimana bisa ia tidak pernah merasakan **itu**??". .mungkin itu yang ada di pikiran mereka :D dan sejak saat itu, ku rubah sistemku. pintu itu kubuka separo, dan separonya masih tertutup rapat. kalau2 nanti ada yang bertamu, maka ia akan mengetuk pintu :DD
..kini aku sedang menaruh harap pada si merah jambu itu. lucu memang. namun, yah terjadilah. dengan terpaksa ku publikasikan agar mereka tidak janggal denganku :D sepertinya `ia` tahu namun `ia` juga belum tahu niat dibalik ini semua. .betapa jahatnya aku :) apa2an aku ini..
.
.
..kini ku ubah lagi sistemku. aku mencintainya karena-NYA. tapi cintaku padanya tidak akan melebihi cintaku pada-MU. .aminnnn :'). namun, suatu kala `ia` yang kusadari bahwa pemalu, tidak mempedulikan aku. keberadaanku bagai patok mungkin. tapi rapuh. rasa gelisah yang kian berkecamuk telah mencoret2 hati :O tangisan pahit pun kian menetes. yah, mungkin ini namanya cemburu. tapi cemburu dgn siapa?apa? =,=
..kutata jiwaku dan menjadi orang nggenah lagi. meluruskan nafas dan mengalirkan pikiranku. kualurkan kata2ku sampai ke titik klimaks :D berharap ia juga akan merasakan cemburu yg sama. hari kian hari terlewati. dan suatu ketika, `ia` juga menanyakan hal itu padaku :D mungkin `ia` sudah tidak betah jikalau harus pura2 diam dan mengunci mulut layaknya demonstran yang mogok makan :D. kujelaskan padanya, setitik demi koma terurai. lalu dia mengerti, dan menundukkan kepalanya.
.
.
entah mengapa, kini aku lelah bersandiwara :D jemariku telah lemas menggabungkan kaitan ini :D. apa kau percaya ini fakta?? aku rasa separonya tidak :DD
just for you, who not i know yet. belajar mencintai itu mudah cintailah apa yang sepatutnya kau cintai <== mah ra nyambung =,= wis error ki berarti (wave)
Semakin Dipikir, Semakin Semraut . . =3=
..Masih bau-bau bulan Ramadan :) namun apa daya, hati kian berkotek. .haha ini saatnya mencuatkan limbah ke pantai XD
..aduh, blum punya ide nih (thinking)..njut ngpo ki og nulis??zzz. .aku tadi habis mbaca sesuatu. ..apik lho (woot) blog e mas rhama :D. .nggak nyangka,,nek aku bakal mbaca :D. .secara gue gak suka mbaca kecuali pas ulangan dan ketidak sengajaan (?). .
..aku masih bingung, beda antara nasib dan takdir :O iy..takdir g bisa dirubah. .dan nasib bisa dirubah. *rubah?lu kate kewan??*. .taappii, aku masih tidak bisa membagi antara nasib dan takdir itu >.< awwaa..*nutuk2i tembok*
..oow, berarti semua yang telah terjadi ini adalah takdirkah?berarti, sudah ditakdirkan bahwa detik ini saya menulis di blog ini? lalu, daya rajin yang mendorong untuk membuat blog ini adalah takdir?. .saya semakin semraut saja sama semua soal-soal sing seneng saat saya sedang susah sama simpulan saya, sehingga saya sering senyum-senyum sendiri sama situ saat sapi situ suka senyum-senyum sama sapi saya sehingga sapi saya suka sebel sama saya seakan sapi situ suka sama saya (?)
..yang pastii. .janganlah menndahului takdir-Nya :D ini akan indah pada waktunya *nganti mbosen maca tulisan koyo ngono..wkwkkw*
..penanti.. XD
Di Ladang Kesedihan ... part : kebanyak kali .haha
..semua mulai berawal dari sini. .tanggal *sebutsaja* 29 Juli 2010. .awal dari kebahagiaanku yg terancam. .keterancaman yg mendebarkan. .dan kedebaran <= meksaaa.. ==" sudah..sudah.. diakhiri saja.. ..yup, hari dimana aku mengetahui kenyataan yg pahit :D hari yang mengawali pemikiran panjangku. .saat itu, aku dihadapkan oleh kebimbangan. Dan aneh, dengan lugunya aku memilih jalan yg salah. Hmm, namun, aku yakin..sebetulnya enggak ada yang salah :D dan toh, Dia tidak akan menguji hamba-Nya yg lebih dari kekuatan mereka (cozy) ..esoknya,,hari yang mendukung kesedihan di hari pertama ... ganci ikanku, yang telah temani hariku di tasku, yang selalu menebar senyum simpul di wajah kainnya, yang tengah ..... :') ..intinya... GANCINYA ILAANNGG!! huaaa..smpi2 aku tidak bisa mengikuti pelajaran di kelas =.= dan `ngelamun` adalah hobiku skrang..hmm.. . ..aku yang masih kekanak-kanakan ini..bingung mau ngapain :'(..huuuaaa..dan kejadian bodoh selalu mengiringi langkahku ... dimulai dari 1. nyari ruang di lantai satu, malah naek ke lantai 2.. 2. meksa mbuka pintu rumah pake kunci pager.. 3. make baju dobel.. 4. dan...lupa ah =.= pake acara hampir kesasar gara2 ngelamun dan lapar2nya (: ttaaappii setelah aku cerita sama mbak2 kakelku..skrang..aku dah dapet jawaban dari kegundahanku :3. . `kita ngeliat buat di kedepannya aja. .itu tuh banyak rugi apa untungnya??kalo rugi,,tinggalin aja`
yoyoy..saiki aku meh ngelepas pancing/kail og. .apakah Anda mengerti maksud saya?? *devil*
Cahaya dalam Sinar.. Kabut dalam Bayang2 :D
yup. .unik piye ngono nek dipikir2. .tapi nek kebablasan le mikir yo malah dadi biasa wae --"
akku ngerasa telah membohongi kalian semua. .membohongi dengan topeng wajah bahagia yang selalu tertancap di wajah lesuku. .wajah asliku. .wajah yang secara biologis tak berubah. .namun secara psikologis *ciadow bahasane aboott boss* beda.. suungguh :D
keluarga tak ada yang tau, tak seorang pun tahu. .mungkin hanya seisi kamarku yang menjadi saksi bisu :D
great. .bingung aku. .masa' nang skolah aku iso tertawa dengan mudahnya.. tapi kalau di rumah, lebih tepatnya kamarku, bisa mutung semutung2nya. .haha peristiwa yg sering terjadi.. :') yup.. kau tau lah selanjutnya...

yang aku tak suka adalah ucapan palsu kalian (devil). .ciadoww nggaya tenan sungguh. .itu cuman di lisan kalian. .mana buktinya bakal ke prakteknya?? asal kalian tahu. .kalian itu menekanku :( sayangg.. tak tega ku akui itu smua di dunia skolahku yg bagai khidupan maya dan nyata ku.. T.T

haha.. maya dalam nyata.. :) apik bgt e tulisanne *nggumon* haha.. kalau khidupan asli maya a.k.a internet mah aku ngaggepnya g nyata -.- sante wae. .akting sithik yo oleh. .ngono luwih apik..

haha.. tenang2.. *ngopo tenanng?koyo ono sing panik wae* aku juga g tau sifat asliku seperti apa :D. .yup.. yg kudu dilanjutkan adalah *ambil bendera kertas microfon dan speakernya*.. memahami tentang diri sendiri :D lalala~ inuzuka_kun kan tetap berjaya hahha.. *lho?
ini tak perlu secarik tisu :')
... hati ini rapuh teman. Telah kau cincang tipis-tipis. Entah itu sengaja atau hanya hasrat bahkan egomu :). .Sudah ku pasang topeng yang selalu menutupi kemana aku pergi. Kau anggap apa aku ini? kupu2? ikan? apa??
... tak cuman dirimu. Sungguh bukan dirimu saja. Entah mengapa, di setiap sudut dan waktu aku terus bertopeng ria. Kapan aku kembali ke jati diriku yang lama?. Yang tak pernah sebahagia dan terpuruk ini. Yang tak pernah merasakan sesuatu yang tak mutlak dan tak mengedepankan ego :')

...ini akuu yang lamban. Tak pernah bergulir. Karena aku bukan roda. Mungkin aku hanya poros. Tak bergerak, diam, dan manut :'). .
...kalau saja ada yang mau melihat wajah asliku. .Kalau saja ada yang tau sebelum aku memberi tahu. .Kalau saja ada ... khah!! teruslah berandai-andai --"" ini takkan mungkin..

.. karena, aku tahu kalian yang palling mengerti :') kalian sama sepertiku. Kalian punya ego sepertiku.. dan aku.. aku tak bertopeng. .beginilah aku yang keluar dari lingkungan pranataku. .aku yang sekarang ini.. lebih mengenal.. sosok yang tak pernah kusadari :') satu sosok dalam diri ini. .sosok yang berbeda. .yah. .kami bersama. .kami dalam satu gengaman. .gengaman yang sama :D kami `kamilia indraputri suharjono` :')
gelembung abu-abu (haha)
.hmm hanya gusar saja, eh toollooonnggg..
entah apa yang telah merasuki orang-orang itu (taser). .sehingga mereka berubah sikap seperti itu. .*wuiihh koyo sinetron wae*...
.hmm.. rasa dikacangi itu selalu ada. .diatosi pun kian membebani. .
.
.
bagaimana tidak. .sudah ku buat kail dengan susah dan banyak. .tapi tak ada yg merespon. .saat kail orng lain jatuh dan aku mengintip. .ternyata kail itu terespon orang :'( hiks. .poor me *sok inggris.. iiiii*
.
.bulan-bulan ini emang byk beban ;) tidak seperti di SMP dulu. .ini lebih berbobot :o (doh) koyo nang posyandu wae. .nggo timbang2an .. zzzz
haha. .
.
.
ini maya..ini maya.. :( *
ojo nyeluk2 aku. (annoyed)
haha si maya nesu.. * hmm.. apa smua orang berubah di dunia maya? apa mereka memasang topeng? hiks. . pilu dah. .
.
.
hmm.. sroot ~~ ini sudah malam kawan :D kalau dilanjutkan mesti akan smakin nggeje dan error. .huahhaaa..
aku lebih suka melihat mu dalam dunia maya dgn sikap mu di dunia nyata :D
the light in the darkness is ever brighter
ngutip nih gan ;) cetha lah . .haha.. secara orang cetha le ra cetha iso mencethakan sesuatu yg blum tentu cetha .. ting..ting..
.hanya sepercik kata yg blum tersirat..
.apa tujuan hidup?
.pertanyaan yang mungkn g sepele. .namun kita semua pasti mempunyai tujuan masing2 :D baik dari segi kepercayaan dan kebudayaan masing2 :p ih waw..wkw

.janganlah berharap hidupmu akan berjalan lurus kedepan. .bagai air yang diam tak bergerak. .sungguh bukan penampakan yg bagus bukan?? bagaimana kalau kita coba menggetarkan air itu :) riaklah yg kita lihat. .lebih indah bukan??

.beban dalam hidup itu tidak akan lebih berat dari kekuatan kita :D kita harus tanam itu baik2. .biar tumbuh dan kokoh dihati kita. :p

.hidup itu layaknya roda berputar. .kalimat yang sering berputar2 di otak ini. .tapi. .itu memang benar :D g ada yang mutlak didunia ini.

.ikhlas. .itu obat hidup kita :D banyak2 tersenyum dan tertawa akan lebih mewarnai hidup ini. .toh dah ada tv berwarna, knapa masih make yg belang2 kayak zebracross??

.dan tak lupa hal terpenting yang lain ambil makna. .eits maksud agan makna yg baik lho B). .soalnya ,jujur, aku pernah gagal dalam sebuah pergelutan hebat *ih waw. .dahsyat*. .dan aku hanya mengambil makna jeleknya. .dan setelah ittu. .aku semakin terpuruk :( hidup hanya dibalik lemari bawah kolong tempat tidur.

.dahsyat efeknya. .sampai sekrang masih ada. .padahal itu dah kejadian awal aku menempuh skolah baru :D. .tapi gagal itu tidak mutlak teman...
.rancu...
.tak ada coretan yang patut dipertanyakan. .biarkan coretan itu tetap membekas dan menyimpan makna.
.tegarkan aku lebih dari pagar tembok besar. .kuatkan aku lebih dari ungunya api.
.cucuran hujan ini bukan pintaku. .namun mungkin waktunya yg sangat tepat.
.kedatanganku yang tidak diundang. .akan tetap tak ada yang menganggap.
.kita memang tak patut bersama. .biarkan pagar besi ini tetap disini.
.banyak jalan untuk sampai ketempat tujuan. .namun mengapa aku masih bingung, jalan apa yang patut kulewati.
.semua itu terbatasi. .tapi mengapa angan-anganku terus melambung tinggi.
.harapan tak akan datang. .jika kau tak mengharapkannya.
.kepastian tak akan datang. .jika kau tak pasti dengan kepastiaan itu.
.jalan ini memang curam. .namun harus tetap disusuri.
.hidup ini pilihan. .mantabkan itu dengan niatmu.
.dan camkan dalam benakmu. .hidup ini indah. .jikalau hanya, kamu memanfaatkan waktumu. .dan hanya jika kau mengambil hikmah dibalik ini.
.tak pernah terlupa. .sampaikan salam hangat dan tanda terimakasihku. .hanya dan hanya untuk. .orangyangselaludisekelilingkudantelahmewarnaihidupku.

.awali ini dengan bismillah. .mantabkan niat. .jalani dengan senyum. .dan tidak lupa untuk menengok ke belakang..
.kuharap engkau mengerti. .kutak ahli merangkai kata untuk diucapkan. .biarkan ini tak berucap.
.keseluruhan itu bukan persaanku kini. .namun, sebagiannya memang yang kini kurasa.

by : inz
si Kucing mah,,, =.=
hoahm,,malam-malam ku terusik oleh seekor,,eh,,5 ekor nek g salah,, **kucing**.. sebenernya sih cman salahnya simbok kucing e,,ndadak ngasih anak2nya diatas atep rumah,,hadeh,,ngeong ra karuan,,gempar rumah saya *logat kewibawaan*.

dah 3 hari ini, *mereka* menginap di atap rumahku *rumahKU?*. ra mbayar neh *cino!*, tapi menyumbang ngeongannya :D.

tadi siang, karena penasarannya aku menek keatas atep gitu. Ternyata simbok daa *dan anak anaknya* sedang pulas tertidur. Dengan anehnya aku manggil "pusss..". Weh,tiba2 mereka bangun *ya iyalah* trus simbok masang tampang marah begitu. Matanya belok, taringnya panjang kayak ular. Haduh sepintas jadi takut ama kucing =.= padahal dulu sering tak sio2 sing jenenge kucing *ketauan* (ninja)(cry) *wohlah,,emote plurk dibawa2*..

trus aku langsung takut dan turun kbawah... =.= dan sampai detik, sampai kuluncurkan post ini,,aku masih paranoid ama kucing -.- AMPUN MBOK!!

nb: masih neong tuh kucing ampek skarang,,, zzz
  • sholat2 :D

    Labels

    sejarahnya. .

    hosh..hosh... blog ini dibuat untuk menyelesaikan tugas T.I.K kepada guru T.I.K JHS kami tercinta *huek* pak Wied,, Hua,,karena telah meninggalkan JHS rasanya sedih sekali. Pengen mbalek lagi,, ^^
    So, blog ini ngingetin aku tentang seperdelapan dari kenanganku di JHS,,watattata

    you're

    About Me

    Foto saya
    bismillah :) Hasbunallah Wani'mal Wakil

    Perkembangan Blog..

    Setelah sejarah yang terjadi di bawah ini, blog ini perkembang bukan sebagai sarana informasi lagi :D peace. Tetapi jadi sarana curhat dan wadah emosi. Jika berkenan, silakan dibaca :D tanpa bermaksud sara dan menjatuhkan nama baik :*