Posting Ngedan Part #10
eitts..sebelum mbaca postingan yang iniii mbaca part sebelumnya y :p gak seru kalau gak nyambung (?).tapi gak maksa harus seru sih. ya suka2 seru pribadilah. kalau saya sih gak suka seru. saya sukanya seru yang warnanya oren tuh lho *jeruk??*..bukan jeruk..tapi nemoo :* HAHAHAHA


(prolognya begini…)
Diawali dengan kejadian waktu itu. Saat pertama kali kita bertemu. Aku ingat saat itu kau mengucapkan salam padaku seraya menundukkan kepala “assalamualaykum”. lembut sekali, gak kalah ama sutra yang dijual orang2. berarti kesimpulannya, suaramu berharga dan bisa dijual (?). Waktu itu aku benar2 sedang stress banyak sekali masalah yang berkecimpung di kepala. Termasuk tiba2 ada kamu di kepalaku. Banyak sekali bisikan2 entah darimana, yang menghantarkanku untuk mengambil hape seraya mengirimkan pesan untukmu. Singkatnya, “mereka” bilang agar aku bisa meyakinkanmu untuk menunggu barang 6 tahun lagi.
Namun, saat pesan itu telah terbalaskan..betapa terkejutnya aku. terlihat jelas dirimu memaki-makiku dan menentang keras apa yang kulakukan. aku tahu aku salah. setan menang dalam mempengaruhiku. aku terbawa pusaran kegelapan.

(bar kuwi..samting happen pun terjadi)
maaf aku lancing seperti ini..
padahal kau saja belum mengenalku..
tapi, haruskah kita berkenalan dahulu sebelumnya?maaf

maaf, dulu aku sempat mengguncang orbit hapemu..
tak pantas aku melakukan itu, seharusnya..

Kau tahu?
Aku tak pernah absen masuk ke perpustakaan..
setelah bertemu denganmu kala itu..
karena sebelum kita berjumpa, aku selalu melihatmu..
duduk di meja utara sebelah sana..
tapi, sekarang kenapa kau tak ada??


Saat kita berpapasan, tiba-tiba aku tak bisa berhenti menggigit bibir..
kulihat wajahmu memerah, sedang marah padaku kah?
maaf aku tak bisa memeberi salam padamu..
aku terlalu gugup, dan hanya bisa menunduk..
menjaga pandangan ada kalanya memang yang terbaik..

Kala aku muncul di dunia maya dengan status-statusku
Mengapa engkau selalu tidak ada untuk memberikan komentar?
Kenapa setiap status yang kubuat hanya jadi sampah bagimu?

Jujur..aku begitu sedih..
waktu ku lewat di depan pintu kelasmu, seraya menengok ke dalam..
tapi, kenapa kau memalingkan wajah dariku?
mengapa kau hanya menatap jendela?
tak sudikah kau melihat wajah penuh sesalku??

Entah apa yang kini ku lakukan..
suatu perlakuan bodoh..bayangkan saja..
kau yang marah padaku tidak akan mungkin untuk mengirimiku pesan duluan..
tapi haruskah aku?
tapi kau telah melarangku mengirim sms padamu…

Kau tahu, aku tak terbiasa menulis pesan dan menyimpannya di draftku..
aku lebih suka untuk meneleponmu..
tapi sayang aku tak sanggup..
untuk memisscallmu saja aku tak bisa..
padahal aku ingin sekali, membangunkanmu tuh sholat malam..

Maaf, saat itu aku tak sengaja..
melihat parasmu yang bahagia berubah menjadi kesal..
aku disini bukan sekedar untuk mengobrol dengan si lawan jenis..
aku disini mengerjakan tugas diskusi..
aku disini cuman jadi orang ketiiga, dan sebaiknya kau tahu itu..

Sudah terlampau banyak menit aku memikirkanmu..
tapi itu tidak boleh..yah tidak boleh..
harus ku hapuskan dirimu dalam bayang-bayang ini..yaa tidak boleh..

Tapi..
aku sempat terkejut..saat hapeku bergetar..
ada namamu terselip di inboxku..
namun, sanggupkah aku membalas?
tapi..bukankah kau sudah memarahiku dan melarangku mengirim pesan padamu..
maaf, aku takkan buatmu marah lagi..

Detik ini, aku merasa gundah gulana. apakah kau sudah memaafkan aku?sudahkah?syukurlah jika iya..jika tidak, kini aku minta maaf..maaf padamu..
maaf pula, aku tidak bisa menyampaikan maaf ini langsung di hadapanmu..
aku takut mengangis di hadapanmu..
aku takut kau campakkan aku..
hingga aku hanya bisa berbicara pada dinding sekolah..



(sampai di ending…)
“mereka” si setan-setan itu memang SALAH BESAR. Aku tak patut mendahului takdirNya. Aku memang masih rapuh. tapi aku tak mau begini terus. aku harus memperkuat imanku. agar setan sebanyak dan sepicik apapun bisa kutaklukkan dengan mudah..aku masih lemah, tidak pantas dapatkan dirimu wahai ukhti bermutiarakan jilbab. aku belum kuat imannya, ya, sekarang..lihatlah esok..aku akan lebih dari ini. tapi aku tak bisa pastikan akan bertemu denganmu lagi. jika umur kita panjang, ada kemungkinan kita kan berjumpa..dan bila memang kita berjodoh, maka labirin serumit apa pun bisa mempertemukan kita..karena kita masuk bersama dan lalu tersesat bersama..can u imagine??
Biarkan istriku kelak tetap jadi rahasia..maafkan aku istriku, aku telah hampir mengecewakanmu..namun takkan kuulangi lagi.. entah kau yang berada di pelosok atau ufuk manapun..tunggu aku, ku kan melamarmu kelak..
Posting Ngedan Part #9
Sudah lama gak posting cerita ngedan :p Tapi, detik ini aku berniat untuk membuat sesosok tokoh yang menyedihkan dan paling ra bejo ngono lah. Singkatnya kayak “wis elek ireng, pokil, urip meneh”. Tapi saya tidak akan membuat tokoh menderita hanya dari tampilan fisik saja. Ini kumpulan dari perenungan dan mimpi2 yang telah terjadi beberapa pekan ini..

Prolog e ngene wae
Berawal dari pesan singkat itu. Saat hapeku bergetar dan kulihat sendernya. Tak pernah terbayangkan itu dirimu yang tega mengirimkan sms padaku. Ada angin apakah disini?Ada yang bisa menjelaskan padaku?
Tawa mentari tak secerah dahulu lagi. Mungkin semua kekonyol-konyolanmu sudah diketahuinya segera. Dengan keadaan seperti ini aku tidak bisa berdiam diri di tengah arus angin yang menggeliat. Saatnya berubah dan berani mengambil resiko. Karena aku yakin di setiap apapun yang terjadi dalam hidupku, pasti ada campurtanganNya. Aku tiba-tiba berubah ke diriku yang satunya. Diriku yang penuh emosi dan labil. Menjawab setiap pesan singkatmu dengan makian dan cercaan. Sampai-sampai dirimu enggan melakukan hal yang demikian tadi. Helaan nafas tanda kemerdekaan dicanangkan. Kini hapeku terhindar dari siksa getaran..
(31 Maret, hujan di siang hari..di halaman tengah (?) rumah..)

bar kuwi ono samting2 happened hoho..
Mengenalmu…, mungkin memang bukan jalan yang terbaik ..
Saat jantung ini berdetak seperti biasanya, pikiranku tidak berjalan seyogyanya..
Terselibat engkau, siapakah dirimu??

Kini kesunyian melanda permukaan orbit hapeku..
Pantaskah aku menerima ini semua??

Mungkin aku harus memutari sekolah ini hanya agar bisa bertemu denganmu..
Namun, mengapa sekolah ini terlalu besar untuk menemukanmu??

Atau aku harus menunggumu di parkiran..
Mengawasi motormu layaknya satpam itu..
Namun, mengapa bukan engkau yang datang mengambil??

Saat kita berpapasan, lalu aku tersipu malu-malu..
Namun kau tak mengadahkanku..
Atau aku memang harus berpakaian mencolok agar kau anggap aku ada??

Kala kau muncul di dunia maya dengan status-statusmu
Bolehkah aku merasa apa itu geer dalam kamus mereka??

Yakinlah, sepertinya aku memang tak pantas mengenalmu..
Dan mengetahui siapakah dirimu..
Hanya mutiara belaka..
Mungkin memang hanya dengan jarak ini, aku bisa melihatmu
Aku tidak siap bertemu denganmu.. ijinkan aku tetap disini..
Karena aku tahu, orang yang berada di bawah, jarang sekali menengok ke atas..
(8 April..dari 203..)

Aku mulai mengirimi sms-sms, berniat itu untukmu..
Tapi aku tak berani untuk mengirimnya padamu..
Dan akhirnya, draftsku menjadi tumpukan sampah tak berharga..
“Kau tahu apa yang kulakuan?aku telah melakukan hal bodoh..aku berbicara dan meminta solusi di depan cermin. Pdhal, tidak ada yg bisa dia lakukan slain meniruku..”

“Dan lalu kejadian kemarin terulang kmbali. Mulai mengisi waktu luang dengan hal yang aneh di luar keinginan empunya. Menangisi hasil akhir yang tdk sesuai hrapan”

Menghabiskan waktu..mencari kegiatan lain..
bermain tetris atau solitare..
salah satu cara, yang pasti agar aku tak mengirim sms padamu..

Kala ku melihat kau dengan yang lain..
Mengapa aku begitu tidak terima?
Dia mendekatimu dan punya kesempatan berbicara denganmu..
Sedangkan aku …
Berbicara denganmu saja menjadi hal yang tidak mungkin..

Bulir-bulir ini turun..
tapi mengapa di saat aku jatuh, kau tak ada?
pernakah barang sekejap kau mengingatku?
(18 April..tetesan hujan..dari dalam mobil)

Apakah kau mengkhawatirkanku?
Karena aku mengkhawatirkanmu..
Ingin hati bertanya kabarmu, kuberanikan diri..

Karena memang harus aku yang memulai..
Karena tidak mungkin kau akan mengirimkan pesan itu duluan..
Menunggu sms darimu itu adalah sesuatu yang sia-sia..
Tak mungkin kau lakukan itu..tidak mungkin..takkan terjadi..

“Hape, aku nitip dia ke kamu ya. Jagain dia kalau aku nggak ada di sampingnya. Buat dia selalu bahagia dalam melalui setiap tantangan dalam hidupnya. Dan jadilah penyalur rasa rinduku padanya”
sms yang kukirim padanya..sms terakhir mungkin..penutup asa malam itu..
(17 April..bulan purnama..dari depan rumah..*ada yang bisa moto bintang?)

Detik ini, aku merasa ada yg hilang. Mungkin kamu yg sdh tdk ada di hatiku atau aku yang mulai menjauh darimu. Karena bagiku, kau terlalu sempurna ~namun tetap yg paling sempurna adalah Dia~. Atau mungkin, aku yg terlalu sempurna untukmu..
Mulai saat ini, aku mengundurkan diri..
dari mengejarmu..
menantimu..
mengirimkan pesan singkat padamu..

ending e ngene wae lah..ben modok apik
Mereka benar, aku tak seharusnya mencoba ini semua. Aku tak patut mendahulukan takdirNya. Aku memang pencemburu, namun, mengapa aku tidak mencari sosok yang bisa menyayangiku lebih?yang selalu ada kala ku menangis, tempat sandaran peluhku. Tapi mengapa hanya jika bila ku di bawah, aku selalu mengingatMu?mengapa saat aku bahagia, aku justru mengingatnya?bukankah bahagia ini dariMu?
Bodohnya aku, seharusnya aku mengerti di awal. sudahkah terlambat?mengapa kau terlalu rumit untuk dimengerti??Lebih baik, di hatiku hanya ada Dia tanpa dirimu. dirimu pembuat ku menjadi orang galau sepanjang masa..menghabiskan pulsaku..dan waktuku..juga inginku..
Kenapa penyesalan datang di akhir?kenapa aku harus yang selalu menyesal?kenapa aku berbeda dengan mereka?mengapa aku tidak sama dengan mereka, nasib mereka yang indah..
“lalu, mengapa kau harus sama dengan mereka?takdir itu sudah digariskan..kau mau berbuat apapun, tidak kan mungkin sanggup mengubah takdirNya yg telah dituliskan sejak jaman dahulu”
(10 April..pemandangan timur rumah persis..)

nb: kumpulan2 pembosokan di buTEM, via hapenya muthia nurul hasanah, via hape sendiri, tret2 plurk HAHAHAHA..oh iy, tebaaakk, tokohnya itu laki2 atau perempuan??? #pentingrapentingabaikan
  • Labels

    sejarahnya. .

    hosh..hosh... blog ini dibuat untuk menyelesaikan tugas T.I.K kepada guru T.I.K JHS kami tercinta *huek* pak Wied,, Hua,,karena telah meninggalkan JHS rasanya sedih sekali. Pengen mbalek lagi,, ^^
    So, blog ini ngingetin aku tentang seperdelapan dari kenanganku di JHS,,watattata

    you're

    About Me

    Foto saya
    bismillah :) Hasbunallah Wani'mal Wakil

    Perkembangan Blog..

    Setelah sejarah yang terjadi di bawah ini, blog ini perkembang bukan sebagai sarana informasi lagi :D peace. Tetapi jadi sarana curhat dan wadah emosi. Jika berkenan, silakan dibaca :D tanpa bermaksud sara dan menjatuhkan nama baik :*