Posting Ngedan Part #21
Kini aku berada di pemukiman orang. Tak tahu arah tujuan. Saya hanya orang asing disini. Lantas, aku melihat2 sekelilingku saat perjalanan pulang yang mati2an kuhafalkan. Mereka semua berpisah. Tidak ada komunitas yg lebih dari 7orang. Mereka berkelompok sendiri sambil tidak menganggap kelompok2 lain. Aku sangat merasa asing. Bagaimana caranya agar aku bisa berbaur dengan mereka warga2 lama??aku punya ide untuk mencoba bergaul dgn kelompok berjumlah 5orng itu, karena itu kelompok yg paling dkat dgn rumahku. Awalnya aku memang diterima dengan baik. Namun lama kelamaan, aku tidak nyambung dgn mereka. Pembicaraan mereka terlalu masa depan bagiku. Kalau menurut kamus mereka itu yg namanya up to date, tp bagiku itu berita 2 tahun yg akan datang.woww terus mereka tau dari mana y?kjadian aja blum. Tak betah, aku pindah ke kelompok komunitas lain tanpa komunitas sbelumnya menyadari kepergianku. Di komunitas kedua, saya cukup diterima dengan ramah. Mereka tdk memaksaku untuk up to date. Tapi, kok kayaknya aku gak bisa maju nek bersama mereka y?mereka malah seperti menjatuhkanku. Membuatku jadi minder. Kesal karena tak berhasil. Lebih memilih untuk hidup sendiri. Namun, manusia jua. Aku berkenalan dengan seseorang yang juga terasing mungkin. Sehari-hari kami bersama. Namun, apa boleh buat, ternyata aku tak sejalan dengannya. Dia sangat tidak peka dan sombong menurutku. Lalu, aku mulai menjaga jarak lagi. Tetapi, ada juga seseorang yang kasihan kepadaku rupanya. Dia pergi meeninggalkan klompoknya. Lalu mengajakku berkenalan. Aku diajaknya beradaptasi dengan lingkungan pedesaan itu. Dan aku diajarkan untuk tidak egois bersikap. Tidak mncari ttg siapa yg bisa memberi perhatian dan rasa kasihan namun mencari siapa yg butuh rasa perhatian dan kasih sayang. Pertemanan yg panjang kualami bersamanya. Namun, tiba2 aku merasa tdk rela, saat dia bersama orang2 lain. Rasa cemburu itu muncul. Dan hatiku benar2 tdk mau kompromi. Alhasil, aku meninggalkannya. Sepintas dia bingung mengapa aku pergi. Kukatakan saja "kau terlalu sibuk. Aku enggan untuk mendapat rasa kasih sayangmu lagi. Ada yg butuh dan lebih pantas" tuturku "aku tak mau membebanimu. Waktumu bisa habis karena bermain2 bersamaku". Dia bersedih. Kupikir ini tak bertahan lama. Namun, ternyata sebulan benar2 kami sudah tdk berkomunikasi. Dua bulan kmudian, aku smpat menghubunginya. Namun, dia sudah berubah sikap. Menjadi sangat keras saat ada orng yg mengganggu waktu berharganya. Selang beberapa lama, ada juga kukenal seseorang dari suatu komunitas, eh dua komunitas, bahkan tiga. Dia itu seperti penyeimbang. Dia berada di komunitas A sebagai orang yg pendiam, di komunitas B sebagai orng yg ceriwis, di komunitas C sebagai orng yg lembut, dll. Menurut pandanganku, dia orng yg tpat yg bisa berteman denganku. Betul saja, saat aku marah maka dia mjadi lembut. Saat aku ingin bercerita, maka dia akan siap mendengarkan. Tapi, itu tak bertahan lama. Dia sepertinya sdang dilanda masalah. Namun, dia selalu tidak pernah bercerita denganku. Memberikan alasan mengapa tak pernah memberikanku kepercayaan pun tidak. Tak enak mengganggu, maka aku pun pergi. Dan untungnya dia tidak menyadari kepergiannku. Bosen dengan orng di pedesaanku, maka aku pergi merantau ke desa seberang selama semingguan. Disana benar2 menyenangkan. Ingin hati tinggal disana, namun tidak bisa. Disana aku berteman pula dengan seseorang dari komunitas standar (disana juga hidup mengelompok2). Dia ini benar2 baik sekali padaku. Akupun tak menolak kebaikannya. Lalu kami semakin akrab. Namun, seminggu telah usai. Harus kembali lagi ke pemukianku. Ada rasa tak ingin. Namun, beginilah hidup. Tidak berjalan sesuai kehendak kita. Mungkin ada jalan yang lebih baik dari yg kita kehendaki. Mungkin kalau dipikir tak masalah soal jarak. Oke, ada surat yg bisa mengirimkan rindu. Namun, apakah aku harus selalu menulis dan menunggu balasannya seminggu kemudian??bisa2 aku lupa pernah menulis demikian.

Wis jeleh tenan aku. Ra iso nemu wong le iso dadi sahabatku ngono lho. Tur uripku nang pemukian kuwi ra mandeg nang kono. Aku ketemu meneh karo wong anyaran nang pemukian kuwi. Mboh teko seko endi. Tur dheke luwih enom mbangane aku. Nah, reti dhewe to, nek sek luwih enom seko aku ki nduwe sifat childish. Nah, aku mah ra seneng. Nang ngendi2 ditututi. Mah awakedhewe koyo sepur2an. Tur aku ki kelingan karo kata2ne kancaku mbiyen le "nggoleko kanca le mbutuh koe, uduk le mbok mbutuhke". Dadine yo aku njalin pertemanan karo kae. Walau kerep ndobosi kae ben dheke seneng. Sakliyane kuwi ono meneh. Kuwi tetanggaku tur dheke pemalu banget. Tur dheke ki apikaaann bgt. Aku njaluk tulung opo, mesti dheke ki kepengen bgt nulungi aku. Gek2 nek aku njaluk dheke mlumpat gedung njut dheke ngalkoni yo? Hmmm. Tur yo aku ra kepenak nek njaluk tulung terus merga uripku nang pemukiman iki nelangsa. Tur dheke kandha "nek ono opo2 ngomong wae. InsyaAllah tak bantu." kuwi dheke ngomong ngono gur karo aku opo wong akeh yo?gek2 dheke ndelok urip nelangsaku. Oh iyo, aku dadi kelingan sak uwong meneh. Dheke ki invisible seko pikiranku je, dadi lali. Nah, dheke ki seko komunitas golongan agak kiwa (?). Seko omahku lumayan adoh lah, soale omahku ki daerah timur2 ngono, njut dheke ki daerah barat. Nah, aku ki diandhani, eh, nguping ding seko komunitas le senengane ngumpul cerak2 omahku. Tur uduk komunitas le dhisik tak tekoni. Dadi, komunitas e kae lagek ngomongke aku, (wah,eksis tenan aku) jare ono wong le jan2e memperhatikan aku (yo kuwi wong le mau omah e nang barat). Nah jan2e dheke ki pengen bgt dadi kancaku. Tur dheke ki bingung pie carane. Dadine dheke ndelok keseharianku karo kanca2ku. Njut jebule dheke nyimpulke nek aku ra nduwe kanca (?) njut dheke tambah semangat meh dadi kancaku. Njut dheke ciut meneh sakwise reti nek aku mbiyek nduwe kanca tur taktinggal utawa aku ditinggal merga awakdhewe ki ra cocok. Njut dheke mah soyo ngemat2ke uripku. Lagek mengerenkan diri ben iso dadi wong le tak arepke utawa mbutuhke. Mbiyen kapan ngono, dheke wis sukses nyeluk aku. Tur yo aku gur manggut2 wae merga ra reti sopo jenenge. Jahatmen aku. Tur yo pie meneh. Aneh yo, ngopo aku ndadak angel2 nggolek komunitas le cocok karo aku. Kalau ternyata ada orng yg mbela2in untuk menyesuaikan diri padaku. Ini skenarioku. Apa skenariomu??
Posting Ngedan Part #20
wooww, bulan Agustus tidak posting. Hahaha..lanjut sajalah, posting ngedan selanjutnya. Ngedan kali ini karena tulisanne dhawa!!kumpulan cerita di bulan Agustus!yo langsung saja. kini saya tidak sedang posting galau, jadi santai saja.HAHAHAHA

niatnya mau moto kembang api. kurang ke kiri..kurang ke kiri. @klaten

@klaten. lucu ya warna gunung merapinya..eh awannya juga lucu  ya, vertikal #panic

kalau kata bapakku, ni rumah umurnya dah 70-an tahun.
 batu dan kayu jaman dulu tuh kokoh [jempol]

THE SASTROSUMARMO B-) haha

gelap! tapi ini gramophone..

sangking lucunya, sampai kupetik :( .FYI: namanya bunga telekan.
TELEKAN og pie :-&

disuruh moto ini bunga :| hmmmm..

A: coba jawab, 4x3 tuh brapa?
B: 12
A: tuh kan 12..tapi tuh ada yg ditanyain gitu tp malah '4x3 berapa?' 'dua'..
B: lha kok bisa?nemu dmana orng kyk gitu?
A: itu waktu nyetak foto.ada juga, 4x6 tuh satu.
B: hmmm..masalah --'

'kalau pingsan itu matahari merah jambu, jangan sekali2 minta matahari yang berarti kamu minta sun’ (?) #diomongi ngono ki mah bingung dhewe (ngangguk2)

A: kucing apa yang kakinya 3?
B: mmmm apa ya?haduuhh
A:nyerah??
B: yooo..apaan e?
A:kucing yang lagi mau mbelok, tangannya rating
B:wuuuuu
A:ada lagi, ayam apa yg bisa  terbang?
B:waduh,,apaan ya?mmmm nyerah
A: kayaknya smua ayam bisa terbang deh :-?

A:apa yang telinganya lebar, badannya besar,punya belalai, tapi suaranya kecil?
B: Gajah!!
A:ngawur!bukkaaannn
B:hah?apaaan lagiii kalau bukan gajah? --“
A: mau tau jawabannya??
B: he em.apaan?
A: gajah(berbisik)
B: lha iya GAJAH!!!
A: bukan GAJAH!!tapi gajah (berbisik)
B: lha GAAAJJAAHH!!!apa bedanya???!
A: bedalah, tadi kan pertanyaannya punya belalai tapi bersuara kecil. ya gajah(berbisik) lah :O
B: oh iyo. hahhaha gajah (berbisik)

3 Agustus `karena masa depan itu masih blawur`
stress siaga 3
stress awas 1 (dua gambar ini brada pd kertas yg sama)
 saksi: Samantha Rahma Utami
saksi bisu: jaket, pensilku
kertas: dari nyumul (a.k.a samantha)
korban: telah mematikan waktu pelajaran bu mur, pas sig, pak nar, dkk --"
karta: 80% aku, 20%sammy (a.k.a samantha)


27 Juli
aku      : “bu, takut sendirian nih bu. smsan ya”
ibu       : “ha?maksudnya smsan?”
aku      : “jadi, ntar aku sms, terus ibu mbales smsku. dan sebaliknya”
ibu       : “oke” #aku baru tau ibuku gak tau apa itu smsan (haru)#eh

28 Juni
dia       : “mbak, meh meneruskan kuliah nang endi?”
aku      : “mboh ki dek galau. penake opo yo?po farmasi wae yo?”
dia       : “farmasi aja mbak. ntar mbak apotekernya, aku dokternya”
aku      : “ooo” #iki bocah seh polos tenan #panic

25 Agustus
A         : “yo dah besok kita pergi naik mobil”
semua  : “horeee”
A         : “sopo ki le iso nyupir?”
-hening-
A         : “kamu B, bisa to?”
B         : “wah saya gak bisa nyupir. tidak meyakinkan”
A         : “uduk nyupir. aku wis reti kowe ra iso nyupir. didorong wae. iso to we?
B         : “HAAA??”
A         : “sek penting ksananya make mobil.hahahaha”
-hening-

dari mbak tentor GO
~email salah kirim~
ada seorang pasangan suami istri yang telah menikah selama 20 tahun (suwi bgt). Lalu, sang suami ingin sekali liburan ke villa tempat bulan madu pertama mereka. Saat hari H keberangkatan, tiba2 sang istri mendapat tugas penting yang tidak bisa ditinggalkan. Oleh karena itu, sang suami sendirian pergi ke tempat bulan madunya dulu itu. Setelah sampai, sungguh tercengannya dia. Tempat itu sudah lebih bagus berkali-kali lipat daripada yang dulu. Lantas, setelah sampai di villa, ia langsung memesan kamar yang pernah dia dan istrinya itu tempati. Langsung saja, ia mengabarkan istrinya via email. Kebetulan, tempat itu sekarang sudah ber-wifi. Sangking semangatnya, ia salah menuliskan alamat email. Pasti saja, emailnya itu malah masuk ke email seorang istri yang suaminya barusan meninggal. Lalu, beberapa menit kemudian, istri yang sedang sedih itu membuka emailnya untuk membalas ucapan bela sungkawa dari teman2nya. Langsung saja ia tersentak membaca email yang berada di paling atas inboxnya tersebut. Setelah membaca, ia jatuh pingsan. Dan selanjutnya, anaknya pun juga ikut membaca. Setelah membaca, ia juga jatuh pingsan. Memangnya apa sih isi email itu?
`Dear   Mama tercinta,
            Ma, papa udah sampai ma. Disini tuh luuaarrr biiiaassaa seekkaallii. Beda bgt sama yg kita impikan dulu, Ma. Ah, mama nyesel deh gak ikut pergi sama papa. Oh iya, sekarang disini canggih banget lho ma!ada wifinya!!jadi papa bisa ngirim2 kabar ke orang rumah. Ma, kalau urusannya udah selesai, mama cepetan kesini ya!ajak anak-anak juga sekalian gak apa2. Papa akan menunggu mama disini. Oh iya ma, kalau kesini jangan lupa bawa sunblock ya ma. ama makek baju yg seksi skalian, soalnya disini panas banget ma!!.udah dulu ya ma..
From    Papa`
-hening-


Kultum taraweh
`kita sebagai manusia itu tidak boleh pantang menyerah bila doa kita belum dikabulkan oleh Allah. Mbok kalian lihat saja, setan yang tidak menurut apa kata perintah Allah saja dikabulkan permintaanya untuk selalu menggoda manusia sampai hari kiamat nanti`
Pas pulang habis taraweh, gelap, sendirian
B         : Berani gak mil pulang sndirian?
Aku     : Berani2!
B         : Ati2 lho ama rumah yang cat warna ijo itu.
Aku     : Memangnya kenapa? #merinding
B         : Ada pohon mangganya!!
Aku     : Ngawur!kuwi pisang yo..
B         : Weh, aku kerep liwat yo. kuwi mangga!
Aku     : yoh.

In TPA~~
Adek3 : abi, aku wudhu duluan ya.
Abinya            : jangan..ntar aja ama abi.
C         : lha knapa e?kan malahane bisa sndiri.
Abinya            : dia kalau wudhu ntar smuanya dbasahi trus celananya ntar dicopot.
C         : woohh, aib :o

A: dek, kamu kok nangis?
B: si C tadi nakalin aku mbak. Hiks..
A: lho C, kamu kok nangis juga?
C: aku udah minta maaf mbak. Tapi kok dia nangis terus. Huaaa
A: lebe ki --

adek1  : Mbak, ada apa to ini?
aku      : Lha ada apa?
adek1  : itu, kok mbak2nya pada datang telat?pada sakit po mbak?
aku      : (tertohok, gue dateng TPA telat muluk). iya mungkin dek, mbak2nya pada sibuk. Kalau aku sih sibuk les dek #alibi [jempol]
adek1  : (percaya) oh, yayaya..

adek2  : mbakk millaaa, tadi aku telat dateng TPA
aku      : oh yayaya, knapa?
adek2  : tadi habis nyari derek.
aku      : buat apaan??!!
adek2  : buat nderek lah mbak!!!
aku      : (gue salah nanya t.t)

adek2  : mbak!!besok aku ada lomba lho!
aku      : lomba apaan?(muka serius)
adek2  : lomba memasukan kelereng dalam ember.
aku      : ha?embernya sberapa?
adek2  : seginiii (mbuat lingkaran paling besar dengan membengkokkan siku keluar dan menghubungkan jari tengah kanan dan kiri)
aku      : woooww gede bgt (mbatin, aku yo iso --“)
adek2  : terus2, aku ikut lomba tarik tambang mbak!
aku      : uwwoohhh (muka kembali serius)
adek2  : ntar aku bakal menang!
aku      : weee, plok2! dapat piala kalau menang?
adek2  : iyyaaa
adek4  : aku punya banyak piala di rumah
adek2  : akuu juggaa punyyaa ratuusaann..
aku      : menang apa aja itu?
adek2  : beli mbak.
aku      : jiiiaaaahhh --"
ini namanya Aya. masa' ada adek yg nangis gara2 dinakalin dia. percaya gak? -.-



menurut Anda, gambar apakah iini? --"




  • Labels

    sejarahnya. .

    hosh..hosh... blog ini dibuat untuk menyelesaikan tugas T.I.K kepada guru T.I.K JHS kami tercinta *huek* pak Wied,, Hua,,karena telah meninggalkan JHS rasanya sedih sekali. Pengen mbalek lagi,, ^^
    So, blog ini ngingetin aku tentang seperdelapan dari kenanganku di JHS,,watattata

    you're

    About Me

    Foto saya
    bismillah :) Hasbunallah Wani'mal Wakil

    Perkembangan Blog..

    Setelah sejarah yang terjadi di bawah ini, blog ini perkembang bukan sebagai sarana informasi lagi :D peace. Tetapi jadi sarana curhat dan wadah emosi. Jika berkenan, silakan dibaca :D tanpa bermaksud sara dan menjatuhkan nama baik :*