Posting Ngedan Part #4
Jadi *lho kok dah ampek kesimpulan?*, aku pengen menuliskan sesuatu yang berbau bosok (re: nggombal). Habis, kalau nulis bosokan tuh kadang plenjah2 e, jadi ada ketukan jiwa ingin nulis bosokan di blogku yang masih suci dari bosokan *lho?. Oh iy, yang terpenting sih, untuk menyelesaikan keinginanku.(bzzz)= merah

Padahal, dulu tuh aku gak bisa mbosok sama sekali lho, bisanya cuman jadi korban pembosokan *naas*. Nah, untuk bangkit dari keterpurukan, maka diperlukan cara2 yg bukan preventif lagi B) . Yak, yang ku lakukan adalah membales bosokan itu. Karena menurut pengalaman, kalau bosokannya dibales dengan bosokan, biasanya mereka njut pada males mbosoki lagi LOL

Jadi, pas awal-awal kelas X, aku sering dibosoki si I. Nah suatu ketika, aku mbosoki dia..
Dialog 1
I: “kok tanganmu dingin?”
A: “iy, aku grogi nih disebelahmu”
padahal cuman kayak gitu lho, trus dia pergi. Dan keesokesokan harinya, dia gak mbosoki aku lagi LOL.

Dialog 2
Waktu itu, lagi ngomongin aspal yang sistemnya sama kayak panci.
D: “ya, aspal tuh kayak panci yang buat masak air tu lho. Kalau bawahnya panas, ntar kan airnya pada ke atas”
A: :O (thinking) “oh, gitu to. eh, btw kok kamu tau nek aku juga lagi masak air?”
D: “iy to?padahal cuman mbedek sbagai contoh aspal doang lho”
A: “aaa, kamu masang cctv di rumahku y?” *mancing*
D: “ih, enggak. Ngapain masang cctv di rumahmu. Toh, tinggal liat di hatiku aja ada kamu”
A: (code) *terjebak perangkap sendiri*

Dialog3
A: “eh, maaf y, mulai saat ini aku gak bisa mikirin kamu lagi”
Y: “lho?emangnya knapa?”
A: “karena kamu dah gak ada lagi di pikiranku. Kamu adanya kan di hatiku”
Y: -tuttttt- *di persingkat, si Y klepek2* “haha, aku terharu”

Dialog4
M: “lho, kok kamu gak sms aku?”
A: “waduh sorii gak kepikiran kamu e”
M: “weh, bener kan kamu lupa”
A: “ya salahnya kamu terjepit di hatiku”
M: “he?lholho?”

Dialog 5
!: “kamu harus siap2 bawa obeng, ama peta!”
A: “ha?mau ngapain?kayak turis nyari kerja montir aje”
!: “obengnya tuh buat mbuka sekrup di hatimu. Terus petanya tuh biar kamu gak kesasar di hatiku”
A: “lho?hatiku g ada sekrupnya tuh”
!: “lha?kok bisa?”
A: “kan dah dibuka ama kamuuu”
*hening*

Dialog6
A: “kalau kamu cangkir, aku mau jadi tekonya, biar bisa mengisimu dengan cinta-cintaku”
!: “kalau kamu upil, aku mau jadi umbelnya. Supaya bisa lengket terus ama kamu”
A: “mah nggilani :-& . Kalau kamu jadi bunga, aku gak mau jadi kumbangnya”
!: “lho?kenapa?”
A: “aku g tega ama kamu, masa’ habis diambil sarinya njut ditelantarkan”
!: “wusss. Berarti, kalau kamu surat, aku nggak mau jadi perangkonya?”
A: “weit,knape?”
!: “ntar gak bisa liat kamu yg ada di balik amplop, terus ntar kalau kamu diambil, aku sendirian ama amplop dong :’(”
A: “yo dah, aku amplop, kamu perangko.”
!: “nggak mau,, ntar aku cuman ditempel. Terus ngadepnya malah mblakangi kamu terus gitu (bzzz)”
A: “aaa, manut (code) “

Dialog7
ini kumpulan bosok2an yang pernah tak baca dan dengar :D
N: “kalau kata guruku, pusat tata surya tuh matahari. Tapi bagiku, pusatku tuh kamu”
!: “gimana bisa serius konsentrasi. Kamu muter2 di kepalaku terus, emang gak capek y?”
N: “bapakmu pencuri y?wuu!!soalnya kamu mencuri hatiku”
!: “bapakmu jualan gula y?habiss anaknya manis banget kayak kamu”
N: “bapakmu tukang minyak y?soalnya hatiku dibor ama kamu nih”
!: “jangan2 bapakmu nelayan. Kamu ahli mancing2 aku sih :-) “
A: “saya cuman pembuluh darah. .yang selalu mengalirkan cinta di setiap rongga hidupmu”
!: “aku gak butuh lampu di malam hari. Kan cuman kamu yang bisa menerangiku”
N: “aaakh!!kalkulatorku rusak. gara2 ngitung berapa banyak aku inget kamu”
!: “kalo monyet bergelantungan di pohon, aku bergelantungan di hatimu aja deh”

Dialog 8
A: “waa, kangen ama kamu”
S: “lho?kamu kan cuman di hatiku”
A: “ah, hatimu penuh. Semua orang nginep di hatimu semua. hiks..uhukuhuk”
S: “ya, gimana dong. eh, jangan nangis, ntar hatiku banjir, ntar sakit malahan”
A: “tenang2, gak perlu dokter buat nyembuhin hatimu. Aku aja bisa :D"
S: *gilee, geer bgt nih*

Dialog9
A: “lagi ngapain?”
V: “lagi mbaca komik detectiv2an nih”
A: “waa, aku gak suka mbaca komik detectivan”
V: “iyaa, kan kamu sukanya ama aku”
A: *angry_idiot*

Dialog 10
H: “halo, apa kabar?”
A: “baik. apaan e kamu tuh, kayak lama gak ketemu aja. padahal aku kan cuman di hatimu”
H: (morning)

Dialog 11
S: “eh, pada suatu hari yang cerah, tersebutlah K dan L sedang bercakap-cakap.
K: “eh, kamu tau nggak, apa bedanya rumus sama kamu?”
L: “tau dong. kalo rumus itu jelek. kalo aku itu ganteng.”
K: “saaalaah”
L: “terus apa dong bedanya?”
K: “kalau rumus susah di ingat”
L: “kalau aku?”
K: “susah dilupakan :D"
A: “apik, plokplok”

Dialog 12
A: “g pergi2 kamu?”
H: “udah tadi, ke hatimu . Lha kamu?”
A: “aku di rumah aja, mikirin kamu jadi buat tubuhku mbeku di rumah sih”
H: “ah, tenang saja cintaku akan datang menghangatkanmu”
A: “gak perlu hangat kok. aku perlunya KAMU”
H: “lihat cahaya yang masuk di sekelilingmu, udara yang kamu hirup, setiap detakkan jantungmu, selalu ada aku disitu”
A: “padahal aku berharap..kau tak hanya bagai cahaya, udara, atau apalah karena aku tidak bisa
menggapaimu”
H: “ah, tak perlulah kau gapai diriku.. karena tanpa kau gapai pun aku akan selalu bersamamu
baik itu kau sadari atau tidak”
A: “aduh pusing, udahlah jangan muter2 di kepalaku”
haha itu pembicaraan paling lama yg saling balas membalas bosokan LOL.


Akhir kata, seingetku baru itu e, ntar kalau ada yg ketinggalan, ikut ng-edit ah :D oh iya keterangan dikit aja. A= aku N=noname;!=no name. .mereka berdua intinya sama, aku lupa ngambil source itu dari mana..hmm, sisanya, itu inisial orang *eh ini cerita nyata lho, cuman ada yg tak tambah2in dikit ekspresinya hehe* ..okok sekian (banana_cool) ngantuk poll kih..kembang api teng treceh pula..

"wajahmu tak secantik bunga ini, bahkan jauh berbeda. Karena, kalian itu tidaklah sama. Bunga itu suatu kala bisa layu kecantikannya, sedangkan kecantikanmu tak kan luntur dari pandanganku spanjang masa"
about edit post
piye?? 
0 Responses

Posting Komentar

ayo...silahkan berkomentar...

  • sholat2 :D

    Labels

    sejarahnya. .

    hosh..hosh... blog ini dibuat untuk menyelesaikan tugas T.I.K kepada guru T.I.K JHS kami tercinta *huek* pak Wied,, Hua,,karena telah meninggalkan JHS rasanya sedih sekali. Pengen mbalek lagi,, ^^
    So, blog ini ngingetin aku tentang seperdelapan dari kenanganku di JHS,,watattata

    you're

    About Me

    Foto saya
    bismillah :) Hasbunallah Wani'mal Wakil

    Perkembangan Blog..

    Setelah sejarah yang terjadi di bawah ini, blog ini perkembang bukan sebagai sarana informasi lagi :D peace. Tetapi jadi sarana curhat dan wadah emosi. Jika berkenan, silakan dibaca :D tanpa bermaksud sara dan menjatuhkan nama baik :*