Saat hari panas, dan ku tanyakan dimana hujan..
"kemana hujan?knapa tak turunnya dia sekarang?"
lalu kau menjawab..
"mengapa kau hanya mencari dikala kau butuh?kau terlalu pantas tuk disebut egois. Mengapa kau tak cari cara lain yang bisa membuatmu dingin?diguyur air, mungkin"
Saat hujan turun, dan ku berkata berhentilah hujan..
"yah, hujan. Mengapa hujan turun sekarang?akankah ku pinta?"
lalu kau menjawab..
"apa yang menurutmu baik itu baik untuk kehidupan sesama?benarkah?iyakah?kau tak tau apa2. berhentilah mengeluh"
Saat ku ingin mendokumentasikan hujan, namun ...
inikah hujan??oh, ini pohon mangga..
inikah hujan??oh, ini tiang basket..
inikah hujan??oh, ini jalan di halaman depan rumah..
inikah hujan??oh, ini daun dari tanaman adenium..
lalu kau menjawab..
"hujan tak mengharap kau mendokumentasikannya di sebingkai foto. hujan hanya meminta, kau mendokumentasikannya dalam hatimu"
apakah ini hujan?
lalu kau menjawab..
"tergantung darimana sudut pandangmu. Kalau kau melihatnya sebagai `hujan`, maka itulah hujan"
Saat ku bertanya..
"mengapa hujan tak bilang2 jika mau datang?"
lalu kau jawab..
"hujan itu tidak mengharapkan kita berglamour ria menyambutnya"
saat ku bertanya..
"mengapa hujan turun dengan volume kecil, rintik kecil walau sedang lebat pula?"
lalu kau menjawab..
"karena hujan itu beda. Jadilah yang terbaik dan terdepan meskipun itu berbeda dari lingkungan sekitar. Bukankah yang di cari itu yang berbeda?"
saat ku bertanya..
"bagaiman hujan muncul?bagaimana bisa ada hujan?"
lalu kau menjawab..
"itu ada di buku geografi maupun buku biologi kelas sepuluh mu"
Saat ku bingung dengan hujan, dan ku bertanya mengapa hujan tak langsung memberitahu padaku..
"mengapa hujan tak langsung memberitahukan tentang ajarannya padaku?"
lalu kau menjawab..
"jikalau demikian, maka kau tak butuh lagi hujan. Padahal hujan ingin dekat, melindungi, dan mengajarkan hidup padamu. Walau memang datangnya tak menentu, tapi jangan keluhkan dia"
Namun, hujan tercipta dengan tidak sendirinya, pasti ada yang menciptakan. Ya, Dia Allah Yang Maha Esa yang telah menurunkan hujan sebagai rezeki bagi kita. dan selayaknya kita bersyukur. yang menurunkan hujan sebagai guru mempelajari hidup. dan selayaknya kita bersyukur.
-terinspirasi dari seseorang yang mengingatkanku bahwa ada hujan diluar sana
*malamminggu, hujan badai angin petir, sendirian, hampir terjadi kebakaran, disela oleh nggawe essay 100 kata :). .guntur mengetuk pintu, kilat terangi sunyi malam, hujan redakan silir gemuruh
"kemana hujan?knapa tak turunnya dia sekarang?"
lalu kau menjawab..
"mengapa kau hanya mencari dikala kau butuh?kau terlalu pantas tuk disebut egois. Mengapa kau tak cari cara lain yang bisa membuatmu dingin?diguyur air, mungkin"
karena hujan mengajarkanmu bagaimana berusaha, kerjakeras, dan tidak serakah.
Saat hujan turun, dan ku berkata berhentilah hujan..
"yah, hujan. Mengapa hujan turun sekarang?akankah ku pinta?"
lalu kau menjawab..
"apa yang menurutmu baik itu baik untuk kehidupan sesama?benarkah?iyakah?kau tak tau apa2. berhentilah mengeluh"
karena hujan mengajarkanmu bagaimana untuk tidak mengeluh.
Saat ku ingin mendokumentasikan hujan, namun ...
inikah hujan??oh, ini pohon mangga..
inikah hujan??oh, ini tiang basket..
inikah hujan??oh, ini jalan di halaman depan rumah..
inikah hujan??oh, ini daun dari tanaman adenium..
lalu kau menjawab..
"hujan tak mengharap kau mendokumentasikannya di sebingkai foto. hujan hanya meminta, kau mendokumentasikannya dalam hatimu"
apakah ini hujan?
lalu kau menjawab..
"tergantung darimana sudut pandangmu. Kalau kau melihatnya sebagai `hujan`, maka itulah hujan"
karena hujan mengajarkanmu mencintai tanpa memiliki, dan melihat dari sudut pandang yang berbeda
Saat ku bertanya..
"mengapa hujan tak bilang2 jika mau datang?"
lalu kau jawab..
"hujan itu tidak mengharapkan kita berglamour ria menyambutnya"
karena hujan mengajarkanmu untuk tidak tamak dan berlaku sederhana
saat ku bertanya..
"mengapa hujan turun dengan volume kecil, rintik kecil walau sedang lebat pula?"
lalu kau menjawab..
"karena hujan itu beda. Jadilah yang terbaik dan terdepan meskipun itu berbeda dari lingkungan sekitar. Bukankah yang di cari itu yang berbeda?"
karena hujan mengajarkanmu bagaimana memotivasi hidup, dan slalu berpositive thinking
saat ku bertanya..
"bagaiman hujan muncul?bagaimana bisa ada hujan?"
lalu kau menjawab..
"itu ada di buku geografi maupun buku biologi kelas sepuluh mu"
karena hujan mengajarkanmu ilmu pengetahuan alam yang di soalkan saat kelas x #curhat
Saat ku bingung dengan hujan, dan ku bertanya mengapa hujan tak langsung memberitahu padaku..
"mengapa hujan tak langsung memberitahukan tentang ajarannya padaku?"
lalu kau menjawab..
"jikalau demikian, maka kau tak butuh lagi hujan. Padahal hujan ingin dekat, melindungi, dan mengajarkan hidup padamu. Walau memang datangnya tak menentu, tapi jangan keluhkan dia"
Namun, hujan tercipta dengan tidak sendirinya, pasti ada yang menciptakan. Ya, Dia Allah Yang Maha Esa yang telah menurunkan hujan sebagai rezeki bagi kita. dan selayaknya kita bersyukur. yang menurunkan hujan sebagai guru mempelajari hidup. dan selayaknya kita bersyukur.
-terinspirasi dari seseorang yang mengingatkanku bahwa ada hujan diluar sana
*malamminggu, hujan badai angin petir, sendirian, hampir terjadi kebakaran, disela oleh nggawe essay 100 kata :). .guntur mengetuk pintu, kilat terangi sunyi malam, hujan redakan silir gemuruh
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
SUKAAAAAAAA!
haha makasii tul :)
eeeciyeh --> gayanya hanani
apik, mbar,, :D
weee makasiii mbar :p --> gayanya mili. wkwk
apik ni... :)
mengerikan. . .
sinduk ternyata bisa berbahasa seberat ini :O